Suara Denpasar – Ria Ricis terkenal sebagai Youtuber dengan subscriber terbanyak di Indonesia. Penghasilannya dari youtube saja sudah puluhan miliar per tahunnya. Namun, Ria Ricis pecat ART alias asisten rumah tangga gegara mengambil roti miliknya di kulkas untuk diberikan kepada orang lain.
Ditilik dari Social Blade, penghasilan Ria Ricis dari kanal Youtube Ricis Official yang memiliki 30,8 juta subscriber akhir-akhir ini kembali melonjak. Bila dibandingkan ketika diukur pada September 2022 lalu, pendapatannya mengalami kenaikan bila dilihat pada Januari 2023 ini.
Pada September 2022 lalu, jumlah tayangan dalam setahun hanya 181.531.128, dengan penghasilan 45.400 dolar AS sampai 726.100 dolar AS (Rp681 juta – Rp10 miliar).
Namun, pada Januari 2023 ini, jumlah tayangan pada kanal Youtube yang sudah ada sejak 15 Januari 2016 itu melonjak drastis dalam setahun terakhir. Yakni mencapai 663.017.028. Penghasilan setahun terakhir pun mencapai Rp2,48 miliar – Rp40 miliar.
Dalam sehari saja, dengan jumlah tayangan mencapai 1,8 juta, dia bisa meraup antara 460 dolar AS – 7,4 ribu dolar AS. Jika dirupiahkan, itu mencapai Rp6,9 juta - 111 juta.
Tidak hanya itu, Ria Ricis juga memiliki kanal Youtube Rumah Ricis yang kini sudah memiliki subscriber yang lumayan. Sejak dibuat 12 Maret 2019, kanal ini sudah memiliki 4,34 juta subscriber.
Kanal Youtube Rumah Ricis ini menurut Social Blade memiliki estimasi pendapatan mencapai 9.400 dolar AS sampai 150.700 dolar AS dalam setahun. Atau sekitar Rp141 juta sampai Rp2,26 miliar.
Meski bergelimang penghasilan dari berbagai sumber, terutama dari kanal Youtube Ricis Official dan Youtube Rumah Ricis, Ria Ricis amat keras terhadap asisten rumah tangga (ART). Dia memecat sang ART gegara mengambil roti keset di kulkas.
Bahkan, cerita dia memecat sang ART gegara mengambil roti keset ini menjadi konten di kanal Youtube Rumah Ricis berjudul "IBU ICIS DIBOHONGIN, Ceritain semua Kronologinya..!" yang tayang 13 Januari 2023. Dia menyebut, kejadian ini berlangsung dua tahun lalu.
"Gara-gara roti keset, satu karyawan, mental," kata Ria Ricis dalam kanal youtubenya, dikutip Suara Denpasar, Selasa (17/1/2023).
Ria Ricis mengaku suka makan roti keset. Suatu hari dia membeli roti keset, kemudian dibagi dua. Satu bagian untuk dia makan pada malam itu, sisanya untuk siang keesokan harinya. Dia mengaku menyembunyikan sisa roti keset itu di kulkas bagian bawah.
“Aku tutup-tutupi, pakai buah atau apa, pokoknya biar nggak ada yang lihat, biar safety (aman) sampai besok," kata dia.
Pagi harinya, dia mengecek sisa roti keset yang ada di kulkas. Akan tetapi, roti keset itu sudah tak ada di tempat semula.
Ria Ricis pun menanyakan hal ini ke ibunya. Sang ibu tak tahu. Lalu dia tanya ke sang ART, juga mengaku tidak tahu. Sang pembantu itu mengatakan, mungkin saja dimakan editor.
“Wah saya nggak tahu, Mbak,” kata sang ART ditirukan Ria Ricis.
Sang ART pun menanyakan hal itu ke editor. Akan tetapi, tidak ada yang mengaku. Karena itu, terjadi kegaduhan.
“Gaduuuh banget,” aku dia.
Lalu meminta ke Mbak ART panggil semua karyawan. Dia tidak mau tahu. Akhirnya datang semua, dari editor, finance, manajer, termasuk security. Lalu tidak ada yang mengaku.
Akhirnya, Ria Ricis pun meminta dicek CCTV. Kemudian diketahui siapa yang mengambil sisa roti keset di kulkas. Dia adalah sang ART.
"Terlihat sangat jelas pagi-pagi buka kulkas, tangannya masuk, diambil kue itu dibungkus, dibawa ke pintu samping dekat kolam,” kata Ria Ricis.
Dia mengatakan, dalam CCTV terlihat Mbak ART ini memberi ke tiga orang. Dia tidak terlalu jelas siapa orang yang diberi roti sisa semalam itu.
Menurut dia, jika niatnya memberi orang makan, memang tidak apa-apa. Akan tetapi, dia menegaskan bahwa lebih baik komunikasi dulu.
“Alangkah lebih baik ada komunikasi, minta izin, jujur bilang," tuturnya.
Yang dia sesalkan, sang ART itu kenapa menjawab tidak tahu. Malah menyebut editor.
Ria Ricis mengakui ART-nya menangis. Namun, dia tidak mentoleransi ART-nya. Tanpa pembinaan, Ricis langsung memecat sang ART.
"Mbaknya nangis, aku nggak tega. Tapi peraturan di rumah itu kejujuran nomor satu, di atas segalanya," pungkasnya. (*)