Meski demikian, banyak komentar netizen yang tidak setuju akan pernyataan sang narator.
"Keluar lagi kata2 prank wkwk. Hmm, apakah kemampuan melempar lebih jauh jadi indikator kalo created chancenya 200% atau 2x lipat lebih mengancam? Kok rasanya enggak ya. Jadi sama aja kaya momen corner kick, tim yang bertahan tinggal set man-to-man defense di situasi lemparan jauh," tulis akun Farandry Rahmadian.
"Hanya Paratma Arhan ...pelemparan ke dalam .. yg Lain...Masih Kurang ...Mantap..." tulis akun MUstipan 1213.
"Mskipun gol lewat lemparan itu kebetulan saja karena pemain Indonesia angin anginan.menang juara yunior AFF itu jg kebetulan bukan skill teknik.. mental tau fisik semuanya ttp kebetulan ..klu beneran ahli main bola Nek senior GK bakalan melempem," tulis akun Noyo Kedong. (*/Dinda)