Suara Denpasar – Persija Jakarta sempat merasakan puncak klasemen walau pada akhirnya diturunkan paksa oleh Persib Bandung.
Persija Jakarta bersama Thomas Doll sejak awal musim BRI Liga 1 2022/2023 tidak menargetkan juara.
Berbeda dengan Persib yang memulai kompetisi dengan impian merengkuh juara. Terlebih bersama Luis Milla, Pangeran Biru berada di puncak klasemen sementara.
Presiden Klub Persija, M Prapanca tidak menaruh harapan untuk menjadi juara BRI Liga 1 setelah tujuh dari sembilan pemain mendapat pemanggilan Timnas U20.
Dilansir dari Youtube Persija, (30/1/2023), Prapanca mengaku berat untuk persaingan merebut juara. Namun pihaknya hanya berharap bisa finish di posisi 5 atau tiga besar.
"Tapi mempertahankan (peluang juara-red) ini sangat berat. Salah satunya adalah karena pemanggilan Timnas U-20. Di mana pemain yang dipanggil itu rata-rata sudah masuk di line-up utama Persija," ujar Prapanca.
Sementara dilansir tepisah, Pelatih Persib Bandung, Luis Milla menge,ometara persiangan perebutan juara oleh klub yang kini berada di papan atas.
Pimpinan klasemen silih berganti antara PSM Makassar (41 poin), Persija Jakarta (41 poin), dan Persib Bandung (42 poin).
Pertarungan menuju puncak dipastikan akan berlanjut pada pekan ke-22. PSM akan menghadapi Arema FC, Persija melawan RANS Nusantara FC, dan Persib vs PSS.
Pelatih Persib Luis Milla ingin menikmati kompetitifnya persaingan papan atas kali ini.
Menurut Milla tak hanya tiga tim di atas yang akan meramaikan peta persaingan menuju juara, namun juga tiga tim lainnya yakni Madura United FC, Bali United FC, dan Borneo FC Samarinda.
“Menurut saya mengenai persaingan di posisi lima besar, saya rasa kami berada di level yang sangat tinggi. Tim-tim penghuni lima besar memiliki level yang sama dengan pelatih yang berbeda,” ungkap Milla dilansir dari laman resmi Liga Indonesia Baru (2/2/2023)
Pelatih asal Spanyol itu menilai persaingan ini akan berimbas positif kepada sepak bola Indonesia.
Secara teknis permainan setiap tim akan bertarung dengan strategi taktik yang berbeda guna mengalahkan satu sama lain. Ini yang membuat Liga 1 akan semakin menarik untuk ditonton.
“Tentu ini bagus untuk sepak bola karena satu tim bisa bertemu dengan tim lain dengan gaya yang berbeda.”