Informasi palsu yang menyeret namanya ini termasuk dalam pencemaran nama baik yang dilakukan oleh oknum akun tersebut.
Apalagi memang menghadapi Persib Bandung adalah partai panas yang akan menimbulkan fanatisme dari kedua suporter.
Jika tidak disikapi dengan bijaksana, maka terkadang hal-hal negatif bisa terjadi di luar dari arena pertandingan sepak bola.
Untuk itu, Teco mencoba meluruskan bila selama ini apapun komentar atau statemen yang keluar dari dirinya selalu menjunjung nilai respek terhadap setiap lawan yang dihadapinya.
Tidak bisa dipungkiri, siapa pun lawannya dalam sepak bola memiliki nilai sebagai sesama rekan di lapangan hijau.
Ada yang dulu menjadi rekan atau mungkin kedepan bisa bekerja sama sebagai sebuah tim.
Untuk itu, nilai respek selalu dipegang pelatih kolektor trofi Liga 1 beruntun tersebut.
“Seperti besok, saya bersama Bali United akan melawan tim Persib Bandung. Pasti saya respek dengan mereka karena saya tahu kualitas pelatih dan pemain di sana."
"Saya pernah kerja dengan Igbonefo, Rezaldi, dan saya kenal baik dengan Luis Milla maupun beberapa tim pelatih dari Brasil di sana. Tidak mungkin saya bisa berkata negatif tentang mereka (Persib) atau tim lawan dari Bali United,” jelas Coach Teco.
“Saya respek dengan mereka dan saya kerja bersama Bali United ingin menang. Begitu juga mereka pasti mau menang. Saya pikir di sepak bola menurut saya sikap respek ini harus ada di kedua tim agar tidak ada masalah di Indonesia,” tambahnya.
Melihat namanya yang dianggap negatif terhadap Persib Bandung, mantan pelatih Persija Jakarta ini juga memiliki rencana ingin menempuh jalur hukum demi memberikan efek jera terhadap oknum yang menyalahgunakan sosial media dengan tidak bijak.
Hal itu disampaikannya dengan terlebih dahulu berkomunikasi dengan pihak manajemen demi menjaga eksistensi dirinya dan juga menjaga nama baik Bali United.
“Ya, nanti saya bisa bicara sama manajemen soal ini. Bagaimana proses dan langkah-langkah buat melindungi nama saya dan juga nama klub Bali United," tutup Coach Teco. (Rizal/*)