Suara Denpasar - Aldi Novel Adilang sempat membuat heboh publik tanah air. Penjaga rumah rakit atau Romping itu terbawa arus selama 50 hari sampai ke perairan Jepang.
Saat kejadian rumah rakit yang dijaganya terbawa arus atau pada 14 Juli 2018, Adilang masih berusia 19 tahun.
Pemuda asal Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, ini dalam beberapa kesempatan kepada awak media menjelaskan soal kisah dramatisnya yang hampir dua bulan terombang-ambing di lautan.
Kisah dia, awalnya angin selatan berhembus dengan kencang yang membuat tali pengikat pada jangkar rumah rakit terputus. Namun, pagi itu dia tidak tahu bahwa rumah rakit tali pengikatnya putus. "Saya sedang tidur di dalam," aku dia.
Untungnya di dalam rumah rakit ada makanan. Tapi, semua itu habis dalam waktu seminggu.
"Untuk bertahan hidup saya memancing ikan. Selain dibakar, juga dimakan mentah," aku dia.
Untuk keperluan air minum.
Dia menggunakan baju untuk menyaring air laut dan menampung air hujan. Hidup begitu berat dari hari ke hari yang harus dilakoni. Namun, dia tak putus asa. Tak ada dalam pikirannya niatan bunuh diri.
Setiap melihat perahu yang melintas, dia selalu melambaikan tangan dan berteriak "Help!", tapi tak ada yang mendengar.
Malam hari yang sepi, dirinya selalu berdoa agar diberikan kesempatan bertemu orang tuanya.
Baca Juga: Bikin Malu, BEM Unud Desak Dosen yang Jadi Tersangka Dinonaktifkan
Pemuda yang diupah Rp 2 juta per bulan untuk menjaga rakit itu pun setiap malam selalu membaca Injil agar dirinya bisa tegar menghadapi cobaan ini.
Rumah rakit yang hanyut ini menjadi pengalaman ketiga dirinya hanyut. Dua kali diselamatkan pemilik rakit.
Nah, ini kali ketiga yang membawanya sampai ke Jepang. Dan, pada 6 September 2018, dia diselamatkan kapal yang kebetulan melintas.
Dia akhirnya diberikan pakaian ganti dan makanan sebelum akhirnya dikembalikan ke Indonesia. ***