Suara Denpasar- Setelah menghabiskan waktu cukup panjang, akhirnya PSIS Semarang meresmikan pelatih kepala definitif untuk Taisei Marukawa dan kawan-kawan.
PSIS Semarang secara resmi memperkenalkan Gilbert Agius, Rabu 15 Februari 2023 untuk menggantikan posisi Sergio Alexandre yang telah lama dipecat manajemen.
Meski belum berpengalaman menangani klub di Indonesia, PSIS Semarang mantan memberikan kontrak jangka panjang kepada Gilbert Agius.
Pelatih asal Malta ini resmi dikontrak hingga tahun 2025 mendatang. Hal ini disampaikan CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi.
“Gilbert Agius sendiri akan menangani PSIS hingga tahun 2025 mendatang,” ujar CEO PSIS, Yoyok Sukawi dilansir melalui laman resmi klub psis.co.id.
Gilbert Agius diresmikan PSIS Semarang sebgai pelatih, kata Yoyok Sukawi usai menjalani tahap seleksi CV hingga interview.
“Setelah melalui beberapa tahapan seperti seleksi Curriculum Vitae, interview dan penyampaian visi misi di depan manajemen PSIS, kami tunjuk coach Gilbert Agius untuk menangani PSIS,” lanjutnya.
Yoyok Sukawi mewakili manajemen pun mengungkapkan harapan kepada Gilbert Agius setelah menukangi PSIS Semarang.
“Kami berharap hadirnya coach Agius mampu membawa PSIS lebih baik lagi dan memiliki banyak improvisasi dalam hal taktikal,” lanjutnya lagi.
Baca Juga: Dianggap Lebih Bernyali Dibanding Ganjar, Relawan Joman Kini Dukung Prabowo Jadi Capres 2024
Untuk diketahui, Gilbert Agius sebelum diresmikan PSIS Semarang merupakan pelatih Timnas U21 Malta dan sempat menjadi caretaker pelatih Timnas Senior Malta pada November hingga Desember 2022 lalu.
Selain di Timnas Malta, Gilbert Agius juga pernah menangani klub asal Malta, Valletta yang saat itu diperkuat oleh aisei Marukawa.
Gilbert Agius sebelum menjadi pelatih kepala merupakan seorang pesepak bola dan menjadi salah satu pilar lini depan Timnas Malta dengan catatan 120 caps.
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini ditunjuk menjadi pelatih kepala PSIS karena beberapa faktor.
Salah satunya karena Gilbert Agius pernah tangani Timnas usia muda Malta dan hal ini dianggap cocok oleh manajemen PSIS karena mayoritas pemain di Laskar Mahesa Jenar merupakan pemain muda. (*/Dinda)