Suara Denpasar - Hubungan rumah tangga Putri Anne dan Arya Saloka kerap menjadi sorotan.
Apalagi, banyak penggemar yang menjodoh-jodohkan Arya Saloka dan Amanda Manopo menjadi pasangan betulan di dunia nyata tidak hanya di sinetron.
Bahkan, sempat beredar kabar Arya Saloka dan Putri Anne bercerai lantaran pria berusia 31 tahun itu menghapus foto-foto kebersamaannya dengan sang istri dan anaknya.
Tak hanya itu, Putri Anne pun tak lagi memakai nama Saloka di belakang akun Instagram miliknya. Sehingga menimbulkan kecurigaan netizen kalau keduanya berpisah.
Terbaru, beredar kabar yang diviralkan oleh akun YouTube BANG JONO pada 27 Januari 2023 dengan judul video "Putri Anne Berseteru dengan Orang Tua Arya Saloka????".
Video yang diunggah oleh akun YouTube dengan 6,97 subscriber itu pun telah disaksikan sebanyak 41 ribu kali, mendapat 254 suka, dan 113 komentar.
Lalu, apakah benar Putri Anne berseteru dengan orang tua Arya Saloka?
CEK FAKTA
Berdasarkan penelusuran, dalam video berdurasi 4 menit 5 detik, narator memaparkan tentang penggemar yang resah dan tidak rela lantaran Amanda melepas karakter Andin di Ikatan Cinta.
Baca Juga: Cek Fakta: Detik Detik Arya Saloka Mengucapkan I Love You pada Amanda Manopo Saat Diundang Trans TV
Narator dalam video juga mengatakan jika tak sedikit penggemar yang menantikan respon Arya dan Putri Anne usai Amanda hengkang dari sinetron yang dibintanginya selama dua tahun itu.
Selain itu, dikatakan narator kalau Putri Anne dan Arya menepis tentang isu miring yang menimpa keduanya. Kemudian, dilanjutkan dengan menyampaikan unggahan istri Arya tentang kemesraan dengan keluarga dan berdoa untuk anaknya untuk lebih kuat.
Lebih lanjut, narator dalam video mengatakan kalau Putri Anne tidak lagi berharap Amanda gabung ke Ikatan Cinta.
Namun, sepanjang video narator tidak memaparkan dan memberikan bukti valid tentang Putri Anne yang berseteru dengan keluarga Arya Saloka.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa video "Putri Anne Berseteru dengan Orang Tua Arya Saloka?" yang diunggah akun YouTube tersebut adalah hoax karena tidak adanya kesesuaian dan fakta antara isi dengan judul.***