Suara Denpasar - Kasus yang menimpa Jerome Polin yang Trending di twitter, karena unggahannya bersama Ekida dan Farhan, yang satu manajemen dengannya membuat konten joget menggunakan pakaian khas dokter. Serta kalimat yang disematkan di video tersebut yaitu "mohon maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin".
Sebab, kalimat itu biasanya diucapkan oleh dokter kepada keluarga pasien ketika pasien tak bisa diselamatkan atau meninggal dunia. berbuntut panjang, setelah Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, yang merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui akun twitternya, akan mempelajari kasusnya dan bukan tidak mungkin akan memberikan hukuman atau teguran kepada Ekida dan Farhan yang merupakan Mahasiswa Kedokteran Universitas Indonesia.
"Ya kami sedang mempelajari kasusnya, ada SK Dekan tentang Tata Krama kehidupan kampus, termasuk didalamnya terkait bagaimana civitas akademika ber media sosial..," ujar @DokterAri (26/2/23)
Cuitan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mendapat tanggapan dari netizen yang berterima kasih dan berharap agar derita pasien dan keluarga pasien tidak dijadikan konten, dan berharap menjunjung tinggi etika serta sumpah kedokteran.
"Terima kasih Prof Ari," ujar @mbahndi
"Terima kasih Dr. Ari. Mohon dibimbing & diingatkan semua calon dokter & dokter yg bertugas, untuk lebih empati dan gak membuat derita atau duka pasien atau keluarga pasien jadi bahan konten apalagi lucu2an. Banyak cara utk edukasi, tp jangan lupa etika dan sumpah kedokteran," lanjut @k_norita. (Rizal/*)