Suara Denpasar - Lomba melamun akan digelar di Kota Solo, event itu mendapatkan dukungan dari Gibran selaku Wali Kota Solo.
Namun event tersebut membuat sebagian warganet bertanya dan mempermasalahkannya.
Lomba melamun itu akan digelar di Kota Solo sekitar bulan Maret mendatang, banyak warganet yang resah dan mempermasalahkan perlombaan tersebut.
Gibran, selaku Wali Kota Solo ikut terbawa-bawa namanya usai rencana event lomba melamun akan digelar di Kota Solo.
Salah seorang warganet bahkan menuliskan cuitan, menyindir Gibran Rakabuming selaku Wali Kota Solo.
Warganet dengan akun @rey93n dalam cuitannya mempertanyakan kepada Gibran tentang lomba melamun, sebagaimana dikutip pada Senin, 27 Februari 2023.
Ia bertanya mengapa tidak diadakan perlombaan terkait bakat, potensi dan kecerdasan saja, ia bertanya menggunakan bahasa Jawa dalam cuitannya.
"Opokih, @gibran_tweet nopo pon mboten wonten potensi,bakat,kecerdasan engkang di dadosne ajang perlombaan tok pak mas??," tulis pemilik akun Twitter tersebut.
Merespon cuitan itu, Gibran berusaha bersikap tenang dalam memberikan jawaban.
Gibran Rakabuming selaku Wali Kota setempat menjelaskan bahwa event lomba melamun bukan diselenggarakan oleh Pemkot Solo.
Event lomba melamun berdasarkan penjelasan Gibran merupakan event yang diadakan oleh salah satu lembaga kursus bahasa di Solo.
"Jangan berprasangka buruk dulu. Ini bukan eventnya Pemkot, tapi eventnya lembaga kursus bahasa di solo," tulis Gibran membalas cuitan warganet tersebut.
Kemudian, Gibran menyampaikan bahwa event lomba melamun didukung oleh dirinya dan Pemkot Solo.
Gibran Rakabuming juga menyampaikan pendapatnya, menurutnya melamun juga penting untuk mengistirahatkan otak.
"Event ini tetap kami dukung karena melamun itu penting untuk mengistirahatkan otak/mental dr aktivitas sehari-hari, mengurangi anxiety sehingga lebih produktif lagi di kemudian hari," tulis Wali Kota Solo itu menandaskan. (*/Dinda)