Suara Denpasar - PSS Sleman kembali harus mengalami kekalahan di Stadion Maguwoharjo, Minggu (26/2/2023). Dalam rentetan hasil kurang maksimal ini, tim berjulukan Super Elja harus takluk atas Persikabo 1-2.
Sebelumnya, PSS Sleman juga sempat mengalami kekalahan atas Persis Solo 1-4, di Stadion Maguwoharjo. Ironisnya, dalam kedua laga tersebut, PSS Sleman malah sempat unggul terlebih dulu.
Hal ini membuat para pendukung PSS Sleman geram. Sulit menahan amarahnya atas serentetan hasil minor yang diraih PSS Sleman. Bahkan beberapa ada yang mendesak Pelatih PSS Sleman untuk segera menanggalkan jabatannya.
"REALITIS aja, mundurlah #SetoOut," tulis salah satu pendukung PSS Sleman, dengan akun Twitter @Bumisembada, dilansir Suara Denpasar, Senin (27/2/2023).
"Gagal, kembali gagal, gagal lagi, apakah sudah tidak ada lagi kemauan untuk menang? tidak ada kemauan atau tidak ada kemampuan, Man?," tulis pendukung PSS Sleman lainnya.
Beberapa desas-desus yang dipercakapkan pendukung PSS Sleman menyebutkan bahwa rentetan kekalahan beruntun ini, diakibatkan oleh banyaknya kesalahan individu yang merugikan PSS.
Dalam pertandingan melawan Persikabo kemarin, misalnya, tuan rumah PSS Sleman memang unggul lebih dulu di babak pertama lewat gol Riki Dwi Saputro pada menit ke-33.
Namun, di babak kedua, Persikabo yang sebelumnya juga terus menerus didera kekalahan mampu membalas dua gol. Bahkan satu gol terakhir dicetak jelang akhir pertandingan.
Usai tertinggal 0-1, penyerang Dimas Drajad kemudian mencetak gol untuk Persikabo pada menit ke-67. Lalu kemudian gol Yandi Munawar (90+5') memastikan kemenangan 2-1 untuk Persikabo.
Dengan kemenangan ini, Persikabo kini berada di peringkat ke-13 tabel klasemen sementara Liga 1, dengan menorehkan 29 poin dari 26 laga yang telah dijalani. Hal tersebut membuat posisi PSS Sleman tergusur.
Sementara itu, atas kekalahan beruntun mereka, PSS kini berada di urutan ke-15 klasemen dengan torehan 28 poin dari 27 pertandingan mereka di Liga 1. (Rizal/*)