Suara Denpasar - Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan gempa bumi karena letaknya yang berada di antara beberapa lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Filipina.
Selain itu, Indonesia juga terletak di wilayah yang disebut "Cincin Api Pasifik". Yaitu wilayah yang memiliki aktivitas vulkanik dan gempa bumi yang tinggi.
Indonesia juga memiliki letak yang berada di zona pertemuan antara dua jenis lempeng tektonik yang berbeda, yaitu lempeng tektonik benua dan lempeng tektonik samudra.
Pertemuan antara dua jenis lempeng ini menyebabkan terjadinya gesekan yang menghasilkan energi besar yang kemudian dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.
Selain itu, Indonesia juga memiliki topografi yang beraneka ragam. Mulai dari pegunungan hingga daerah pantai.
Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki beragam jenis gempa bumi, seperti gempa bumi tektonik, gempa bumi vulkanik, dan gempa bumi yang disebabkan oleh longsor.
Oleh karena itu, Indonesia perlu meningkatkan kesadaran akan bahaya gempa bumi agar dapat mengurangi risiko kerusakan dan korban jiwa akibat gempa bumi.
Pada akun twitter resmi milik BMKG, @infoBMKG, terdapat sebuah video singkat mengenai apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi, berikut rangkumannya:
1. Berlindung di bawah meja atau benda yang kokoh
2. Berlindung di dekat pilar bangunan yang kokoh dan jauhi kaca jendela
3. Evakuasi sembari melindungi kepala dan tengkuk
4. Gunakan tangga darurat, hindari lift
5. Jika sudah berada di luar gedung, cari lapangan terbuka yang jauh daru bangunan tinggi
6. Siapkan tas siaga bencana berisi P3K, makanan, minuman, dll
Jangan membawa benda berat
Baca Juga: Daftar Pejabat DJP dan Kekayaannya Berdasarkan LHKPN, Taat Pajak Gak Nih?
Nah, tips dari BMKG ini bisa kamu ikuti agar tidak panik dan selamat saat terjadi gempa bumi. (*/Ana AP)