Suara Denpasar - Kapal Ikan Linggar Petak 89 dinyatakan tenggelam di perairan Samudra Hindia, Selasa (28/2/2023) siang. Dalam pelayarannya kapal tersebut membawa 15 orang.
Saat ini korban yang sudah ditemukan sebanyak 6 orang. 5 orang selamat dan 1 meninggal. Sementara 9 orang lainnya masih dalam pencarian.
Hari ini (2/3) satu anak buah kapal (ABK) KM Linggar Petak 89 bernama Olof Luturmas ditemukan selamat oleh KM Bahari Nusantara Pada pukul 10.30 Wita.
"KM Bahari Nusantara 25 menemukan korban terapung-apung, korban dalam keadaan selamat namun lemas," terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, S.E., M.A.P., Kamis (2/3/2023).
Para korban ditemukan oleh KM Bahari Nusantara 25 yang juga ikut melakukan pencarian setelah Kapal Ikan Linggar Petak 89 dinyatakan tenggelam.
Dengan adanya penemuan tersebut, Kapal Negara (KN) SAR Arjuna 229 diarahkan bergeser mendekati KM Bahari Nusantara 25.
"Kami sudah bisa berkomunikasi dengan Kapten Kapal Bahari Nusantara 25, meskipun terkadang sulit dihubungi karena kendala sinyal" sambung Gede Darmada.
Para korban saat ini berada di KM Bahari Nusantara 25. Adapun indentitas korban yang sudah ditemukan baik yang meninggal dan selamat di antaranya:
1. Hadi Supriadi (meninggal dunia)
2. Ariyono Wicaksono (Nakhoda/selamat)
3. Usnadi (selamat)
4. Asep Maulana M. (selamat)
5. Muhamad Kevin Danuarta (selamat)
6. Olof Luturmas (selamat)
Sementara 9 orang ABK yang masih dalam pencarian (DP) adalah:
1. Dana Prasasty (DP)
2. Ryan Perdana Syah Putra (DP)
3. M. Bagas Syaifudin (DP)
4. Sendi Wahyudi (DP)
5. Jaya Rahman (DP)
6. Maman Sulaeman (DP)
7. Candra (DP)
8. Mohamad Jaelani (DP)
9. Indra Pamungkas (DP)
(*/Dinda)