- BPI Danantara memulai proyek dari kampung haji hingga hilirisasi mineral, didanai dividen BUMN untuk investasi strategis nasional.
- CEO Danantara, Rosan Roeslani, menekankan investasi berorientasi dampak ekonomi nyata menciptakan lapangan kerja dan transformasi nasional.
- Danantara menyiapkan pipeline investasi lintas sektor senilai puluhan miliar dolar, berpotensi menciptakan 600 ribu lapangan kerja.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah memulai pengerjaan berbagai proyek. Mulai dari kampung haji hingga proyek hilirisasi mineral dan pangan mulai berjalan.
Tentunya, sumber dana yang dijalankan oleh berasal dari dividen BUMN. Namun, tak puas disitu, Danantara akan membidik proyek-proyek baru yang potensial untuk dijalankan.
Apalagi, Danantara memiliki komitmen sebagai penggerak investasi strategis nasional dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
![Managing Director Chief Economist Danantara Reza Yamora Siregar mengatakan 15 BUMN Asuransi akan dipangkas dan disisakan 3 saja. Mayoritas punya kinerja bisnis buruk. Foto: Logo Danantara. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/30/68738-logo-danantara.jpg)
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa investasi yang dijalankan Danantara Indonesia berorientasi pada dampak ekonomi nyata.
"Danantara hadir untuk memastikan investasi tidak hanya menghasilkan return finansial, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri, dan mendorong transformasi ekonomi nasional," ujar Rosan seperti dikutip, Minggu (15/2/2026).
Untuk menopang pertumbuhan ekonomi, Indonesia diproyeksikan membutuhkan investasi PMA dan PMDN sekitar Rp 13.000 triliun pada periode 2025–2029.
Realisasi investasi nasional pada 2025 sendiri mencapai Rp 1.931,2 triliun dan menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja.
Hilirisasi menjadi motor utama. Sepanjang 2025, investasi hilirisasi mencapai Rp 584,1 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional, dengan pertumbuhan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Danantara menyiapkan pipeline investasi lintas sektor bernilai puluhan miliar dolar AS, termasuk proyek hilirisasi mineral, energi baru, agrikultur, infrastruktur digital, hingga pengolahan sampah menjadi energi (Waste-to-Energy).
Baca Juga: Jemaah Haji RI Tinggal Jalan Kaki, Danantara Beli Tanah Dekat Masjidil Haram
Sejumlah proyek yang tengah disiapkan antara lain:
Pengembangan fasilitas Waste-to-Energy di 33 kota
- Investasi agrikultur terintegrasi di dalam dan luar negeri
- Pengembangan data center platform bersama operator global o Proyek hilirisasi energi seperti bioethanol, bioavtur, dan DME
- Penguatan industri pangan, termasuk poultry dan pengolahan garam
Secara keseluruhan, pipeline proyek hilirisasi lintas sektor memiliki potensi investasi sekitar USD 26 miliar dan diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja langsung maupun tidak langsung.