Suara Denpasar - Sugeng, tersangka tabrak lari Selvi Amelia Nuraeni di Cianjur merasa dirinya dijadikan kambing hitam, ia bahkan berani bersumpah bahwa dirinya bukan pelaku tabrak lari itu.
Pengakuannya disampaikan kepada pihak keluarga, kemudian pihak keluarga menyampaikan itu kepada tim Narasi Newsroom.
Wulan Andriani, kakak Sugeng Guruh Gautama buka suara dan menyampaikan pesan sang adik yang kini menjadi tersangka.
Wulan menyampaikan bahwa Sugeng mengaku jadi kambing hitam polisi, ia bersumpah bahwa bukan ia pelaku tabrak lari tersebut.
"Akhirnya saya bisa ketemu adik saya, dan saya bilang di sini, (mengungkap) 'Sugeng kenapa harus seperti ini?'," ujar Wulan menceritakan, dilansir dari Narasi Newsroom.
"Kata dia (Sugeng): 'saya bersumpah, demi anak yang saya kandung di dalam rahim istri saya, saya tidak menabrak, dan saya bukan pelakunya, di sini saya dijadikan kambing hitam!'" ujar Wulan menceritakan keterangan Sugeng.
Pernyataan itu diunggah oleh channel YouTube Narasi Newsroom, dengan judul 'Keluarga Sugeng, Tersangka Penabrak Selvi: "Kenapa Kami Jadi Kambing Hitam?" dilansir Suara Denpasar pada Jum'at, (10/3/2023).
Kasus tabrak lari Cianjur memang menjadi perhatian publik, pasalnya tersangka kasus tersebut diduga bukan pelaku sebenarnya, melainkan hanya kambing hitam polisi.
Bukan hanya pengakuan Sugeng dan keluarga, dugaan adanya upaya kambing hitam untuk menutupi pelaku sebenarnya itu juga ditemukan oleh tim investigasi dari Narasi Newsroom.
Seperti sebuah video yang diunggah channel YouTube tersebut, diunggah dua hari lalu dengan judul 'Scientific Crime Investigation Kasus Tabrak Lari Cianjur, Polisi Pelakunya?'.
Tim investigasi Narasi Newsroom melakukan investigasi mendalam demi mendapatkan fakta kronologi yang menurut mereka masih ada yang ditutup-tutupi pihak ke polisian.
Dalam video itu sang narator menyebutkan bahwa kasus tabrak lari ini merupakan salah satu kasus yang melibatkan instansi kepolisian, dan menjadi sorotan imbas dari kasus Sambo.
"Terkuaknya kasus Ferdy Sambo membongkar borok manipulasi kasus yang laten terjadi di instansi Polri," ujar sang narator menjelaskan.
"Di saat kasus itu bergulir hangat, dugaan manipulasi juga terjadi dalam kasus tabrak lari di Cianjur, Selvi Amelia Nuraeni harus meregang nyawa akibat dilindas iring-iringan mobil patwal polisi," ujarnya melanjutkan.
Tim investigasi Narasi Newsroom melakukan penelusuran investigasi mendalam dengan mencari puluhan CCTV dan menemui saksi-saksi kunci.
"Kami turun ke lapangan mencari puluhan titik CCTV baru yang setidaknya bisa menjelaskan kronologi kejadian," ujarnya melanjutkan.
"Kami juga menemui beberapa saksi kunci untuk menemukan apa saja yang ditutupi dan tak disampaikan polisi ke publik," ujarnya.
Berdasarkan keterangan tim investigasi dari Narasi, temuan mereka mengungkap dugaan adanya upaya menutupi kasus tabrak lari di Cianjur dari level Polres hingga Polda.
"Temuan kami mengungkap ada upaya menutupi kasus ini dari level Polres hingga Polda!," ujarnya melanjutkan.
Sang narator kemudian melanjutkan penjelasannya bahwa diduga ada orang yang tak bersalah dijadikan kambing hitam dalam kasus ini.
Menurut tim investigasi itu, diduga pelaku sebenarnya adalah Perwira polisi dan anak mantan petinggi Polri.
"Eksesnya orang tak bersalah jadi dikorbankan, kuat dugaannya ada upaya melindungi seorang pelaku yang merupakan Perwira polisi dan anak dari mantan petinggi Polri," ujar sang narator melanjutkan.
Salah satu temuan yang penting dari investigasi tersebut adalah bukti adanya mobil Pajero yang diduga melindas korban, namun keberadaan mobil Pajero itu ditutupi oleh pihak kepolisian.
"Anehnya polisi berusaha menutupi keberadaan Pajero ini," ujar sang narator menjelaskan.
Pelaku tabrak lari di Cianjur ini memang belum ditetapkan, namun proses hukum masih terus berjalan, hasil investigasi Narasi Newsroom menyebutkan adanya indikasi dugaan upaya penutupan dan perlindungan yang dilakukan polisi terhadap pelaku sebenarnya. (*/Dinda)