Suara Denpasar - Putri sulung Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yakni Trisha menjadi sorotan usai sang ayah mendapat vonis hukuman mati atas kasus pembunuhan Brigadir J.
Bahkan beredar sebuah video yang menyebutkan jika putri sulung Ferdy Sambo ini meninggal secara mengenaskan.
Hal ini dikabarkan oleh akun Youtube Benang Merah yang berjudul ‘Turut Berduka Cita!! Anak Putri Sulung Sambo Mati Mengenaskan’.
Video berdurasi 8 menit 19 detik ini telah disaksikan sebanyak 40 ribu kali sejak ditayangkan pada 9 Maret 2023 lalu dengan link www.youtube.com/watch?v=kLHr_eO8f-4.
Lantas benarkah hal tersebut?
CEK FAKTA
Setelah dicermati, antara judul dan isi video tersebut sangat berbeda. Di dalam isi video itu sama sekali tak menyebutkan jika Trisha meninggal dunia.
Konten tersebut menampilkan beberapa cuplikan video dari narasumber dalam program Breaking News. Kemudian membacakan narasi dari dua artikel yang berbeda.
Narasi pertama terkait sorotan netizen kepada postingan Trisha yang diambil dari Instagramnya usai ayahnya mendapat vonis hukuman mati dari Majelis Hakim.
Baca Juga: Warga Laporkan Jalan Rusak Melalui Aplikasi Jalan Cantik, Pemprov Jateng Respons Cepat
Setelah ditelusuri, narasi tersebut identik dengan artikel yang tayang pada artikel medan.tribunnews.com ‘Postingan Anak Ferdy Sambo Disorot, Usai sang Ayah Dituntutan Penjara Seumur Hidup’ tayang pada Rabu (18/1/2023).
Narasi selanjutnya menjelaskan terkait anak Ferdy Sambo yang sempat terkena Covid-19 sebelum Putri Candrawathi yang dientik dengan artikel detik.com ‘Anak Ferdy Sambo Ternyata Sempat Positif Corona Sebelum Putri Candrawathi’ tayang pada (22/11/22).
Dilansir Suara Denpasar, Kamis (16/3/2023), Trisha dalam kondisi baik-baik saja dan masih aktif membagikan Instagram story di akun pribadinya @trishaeas.
Terbaru, ia menampilkan story sebuah lilin sembari menuliskan caption “mengingatkanku pada parfum mama”.
Kesimpulan
Sehingga dapat dipastikan bahwa video yang berjudul berjudul ‘Turut Berduka Cita!! Anak Putri Sulung Sambo Mati Mengenaskan’ adalah hoaks masuk kategori konten dengan koneksi yang salah karena antara judul dan isi berita berbeda. (*/Dinda)