Suara Denpasar – Tempat ibadah, Gereja menjadi sasaran bom untuk diledakan oleh pelaku terorisme di Indonesia.
Hal tersebut diungkap langsung oleh mantan terpidana teroris, Pepi Fernando di Channel Youtube milik Deddy Corbuzier.
Diungkapkan Pepi Fernando dalam Youtube Deddy Corbuzier salah satu satu gereja yang sempat menjadi sasaran ledakan bom adalah Gereja di Serpong.
Namun pelaku berhasil ditangkap sebelum bom tersebut meledak. Pepi Fernando akhirnya ucap syukur bom besar yang dapat membuat Serpong The end itu tak jadi meledak.
“Kalau itu bom Serpong meledak, itu Serpong The End,” kata Pepi dilansir dari video yang rilis Kamis (16/3/2023).
hal itu dikarenakan, lanjut dia, selain kapasitas bom yang besar, juga terhubung dengan pipa gas. “Alhamdullah gak meledak,” katanya.
Mendengar gereja menjadi saran, Deddy Corbuzier yang juga seorang mualaf itu menyarankan untuk tidak menyasar rumah ibadah.
bang pepi kalau boleh saya kasih saran dan buat teman-teman, tidak usah lah ke gereja-gereja gitu. Izin bangunan saja sudah susah bang,” kata Deddy Corbuzier.
Sebelum merencanakan Bom ke Gereja Serpong, pelaku lebih dulu melakukan teror Bom buku ke sejumlah target. salah satunya adalah Ahmad Dhani.
Baca Juga: Persib Bandung Bidik Eks Pemain Liga Spanyol di Bursa Transfer Mendatang? Ini Profilnya
Alasan Pepi Fernando menargetkan Ahmad Dhani adalah untuk viral.
"Memang kebetulan, ya model-model itu juga lah biar viral dan memang berhasil," sambungnya.
Tampil di podcast Close The Door, Pepi Fernando ingin meminta maaf kepada mantan suami Maia Estianty tersebut
Pepi Fernando juga mengaku bahwa tujuan pembuatan bom buku pada saat itu bukanlah untuk membunuh para target. Melainkan untuk mengetahui seberapa besar efek bom rakitan yang dibuatnya.
"Itu tempat-tempat itu bakalan terdeteksi. Dalam pikiran saya itu bakalan terdeteksi, kemudian kita nonton di TV terus kita lihat, 'oh, segitu', karena tujuan lain saya itu buat bom gereja Serpong," ujarnya lagi. (Rizal/*)