Suara Denpasar - Bunda Maia, ibu kandung dari tiga selebritis tampan yang dikenal dengan panggilan Al, El dan Dul itu kini buka suara soal asmara anaknya.
El Rumi, salah satu putra Maia Estianty yang sedang jadi sorotan publik, pasalnya ia digadang-gadang akan berpasangan atau dijodohkan dengan Fuji, mantan kekasih Thariq Halilintar.
Perjodohan El Rumi dengan Fuji memang sedang jadi isu di sosial media, bahkan isu itu dijadikan judul konten oleh selebritis yang sekarang juga menjadi YouTuber, yaitu Melaney Ricardo.
Salah satu konten YouTube Melaney ialah video berjudul 'BUNDA MAIA "EL DIJODOHIN SAMA FUJI?",' diunggah oleh channel YouTube Melaney Ricardo, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Minggu, (19/3/2023).
Dalam konten itu, Melaney menanyakan berbagai hal seputar pribadi Maia Estianty dan anak-anaknya, yaitu Al, El dan Dul.
Yang menarik ialah ketika Melaney mempertanyakan soal asmara anak-anak Maia, termasuk salah satunya tentang El Rumi, nama yang dijadikan judul video oleh Melaney.
Dalam momen itu jugalah bunda Maia buka suara soal asmara El Rumi, dimana pernyataan Maia dimulai dari beberapa pertanyaan Melaney.
Mulanya, Melaney mempertanyakan soal sedekat apa bunda Maia dengan anak-anaknya, ia bertanya siapa diantara tiga anaknya itu yang paling dekat dengannya.
"Bunda itu Al, El, Dul, paling deket sama yang mana?," tanya Melaney kepada Maia.
Baca Juga: Juara! Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardian Lolos ke Final All England 2023
Kemudian, Maia Estianty menjawab bahwa dirinya dekat dengan ketiga anaknya tersebut, bahkan mereka kerap curhat masalah asmara kepadanya.
"Tiga-tiganya sih kalau misalnya ngomongin kalau ada yang punya pacar baru, atau misalnya mau putus, itu pasti ngomong sama gua," jawab Bunda Maia.
"Tiga-tiganya terbuka?," tanya Melaney memastikan.
"Terbuka, ngobrol," jawab bunda Maia.
Melaney sebagai orang yang mewawancarai bunda Maia tidak menanyakan secara eksplisit tentang perjodohan El Rumi dengan Fuji sebagaimana isu yang dituliskannya dalam judul.
Melaney Ricardo menanyakan soal asmara El Rumi secara implisit, dimana pertanyaan-pertanyaan itu menuju pada asmara El Rumi itu sendiri.