Suara Denpasar - Hokky Caraka ungkap kesedihan lantaran mimpinya terkubur usai Indonesia batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Pembatalan tersebut disampaikan langsung oleh FIFA melalui laman resminya pada Rabu, (29/3/2023). Ujung tombak Timnas Indonesia U-20 itu merasa kecewa dan sedih.
Selain ungkap kesedihannya, Hokky Caraka juga menyampaikan mimpinya untuk kedua orang tua di Piala Dunia U-20.
Ungkapan itu disampaikannya melalui postingan story instagram pribadinya, @hokkycaraka_ sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Kamis, (30/3/2023).
Hokky Caraka menyampaikan bahwa salah satu goals dalam hidupnya ialah mencetak gol di Piala Dunia U-20 di hadapan orang tua.
"Salah satu goals kehidupanku: mencetak gol di Piala Dunia U-20 di hadapan orang tuaku," tulisnya dalam story tersebut.
Pernyataan itu ditulisnya sambil mengunggah foto dirinya di lapangan hijau yang terlihat sedang menutup wajah, menahan tangis.
Proses batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 ini melewati proses panjang.
Mulai dari pembatalan Drawing Piala Dunia U-20 di Bali yang rencananya akan diselenggarakan pada 31 Maret.
Kemudian juga dimulai dengan dihapusnya sountrack lagu Glorious oleh FIFA di semua sosial medianya, lagu itu merupakan sountrack Piala Dunia U-20 yang rencananya akan digelar di Indonesia, namun kini batal.
Kekecewaan Hokky Caraka juga bukan hanya diungkapkan melalui story instagram, tapi juga melalui postingannya, ia mengunggah foto yang sama dengan backsound lagu berjudul 'Negara Lucu'. (*/Dinda)