Suara Denpasar - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan perbedaan data Mahfud MD dan Sri Mulyani terkait transaksi janggal di Kementerian Keuangan.
Nominal yang mereka sampaikan sangat jauh berbeda. Dalam catatan Mahfud MD transaksi mencurigakan di Kemenkeu mencapai Rp349 triliun, sedangkan Sri Mulyani menyebutkan hanya sekitar Rp 189 triliun.
Di tengah situasi ini, beredar narasi yang menyebutkan bahwa Sri Mulyani telah dijemput paksa oleh aparat.
Informasi ini disampaikan oleh kanal YouTube i News ToDay dalam video berjudul "Sri Mulyani Dijemput Paksa Aparat || Pantas Tutupi Kasus, Ternyata Dia Otaknya."
Thumbnail dalam video tersebut memperlihatkan sosok mirip Sri Mulyani dalam balutan seragam baju tahanan berwarna oranye.
Ia didampingi oleh beberapa aparat kepolisian serta barang bukti berupa tumpukan uang tunai.
Selain itu, di dalamnya juga terdapat keterangan yang berbunyi, "Breaking News! Pantas Tutup-Tutupi Kasus, Ternyata Sri Mulyani yang Atur Strategi Curi 300 Triliun."
Dengan headline sedemikian rupa, video ini telah ditonton lebih dari 1,9 ribu kali sejak diunggah pada Minggu (2/4/2023).
Lantas, benarkah klaim yang ada dalam video berdurasi 2 menit 51 detik tersebut?
Baca Juga: Cek Fakta: Sri Mulyani Divonis Hukuman Seumur Hidup Karena Korupsi Besar, Benarkah?
CEK FAKTA
Pada awalnya, narator berbicara tentang beda pernyataan Sri Mulyani dan Mahfud MD terkait sosok berinisial SB dan DY yang memiliki transaksi mencurigakan hingga triliunan rupiah.
"Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, mengatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati salah saat mengungkap inisial SB dan DY yang memiliki transaksi jumbo bernilai triliunan rupiah," ujar narator dalam video tersebut.
Narator kemudian menjelaskan detail kasus SB dan DY yang akhirnya menghebohkan publik.
Sayangnya, hingga video berakhir narator sama sekali tidak menyebutkan soal penjemputan paksa Sri Mulyani oleh aparat kepolisian, sesuai dengan klaimnya.
Sang pengunggah juga tidak menyertakan bukti yang valid untuk mendukung klaim tersebut.