Suara Denpasar – Gibran Rakabuming, Wali Kota Solo mendadak dipanggil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ke Semarang, usai menyindir soal penolakan Timnas Israel di liga Piala Dunia U-20.
Seperti diketahui, Ganjar Pranowo merupakan salah satu kepala daerah setelah Gubernur Bali, I Wayan Koster yang berani menyuarakan penolakannya terhadap kedatangan Timnas Israel dalam liga sepak bola tersebut.
Dengan dalih mendukung kemerdekaan Palestina sesuai dengan amanat UUD 1945 dan pemikiran politik Bung Karno, Ganjar tak segan menyuarakan penolakannya. Hal ini justru bersebrangan dengan Gibran yang tak masalah dengan kehadiran Palestina.
Bahkan, Gibran menawarkan Solo sebagai tuan rumah pengundian grup yang tadinya bakal digelar di Bali. Namun, Ganjar tak mengizinkan Timnas Israel berada di wilayah Jawa Tengah.
Atas hal itu, anak sulung Presiden Jokowi itu mengaku lelah dengan pihak yang kekeh mempersoalkan polemik kehadiran Israel. Bahkan ia juga menyindir keras para penolak tersebut, termasuk Ganjar Pranowo.
“Anggarane wes metu, ngene wes kesel kabeh, bar kue protes. Ngopo protes? Jane wes kesel (Anggaran sudah keluar, semua yang menyiapkan sudah lelah, setelah itu ada yang protes, kenapa protes? Sebetulnya sudah lelah),” ucap Gibran Dikutip dari kanal YouTube Berita Surakarta, Senin (3/4/2023).
Usai melayangkan protesan tersebut, kini tiba-tiba Gibran disuruh menghadap oleh Ganjar Pranowo ke Semarang.
Lantas, apa tujuan dari perintah Gubernur Jateng itu? Apakah untuk berdamai atau justru menegur sikap Gibran?
Sayangnya, saat ditanya wartawan terkait pertemuan tersebut, Gibran malah terlihat enggan menanggapi. Kakak Kaesang Pangarep itu dengan tegas menolak untuk ditanya-tanya.
Baca Juga: Beda Dari Kader PDIP yang Tolak Timnas Israel di Piala U-20, Gibran: Saya Siap Menerima Hukuman
“Untuk mencairkan suasana, mas?” tanya seorang wartawan.
“Ndak Tau, (Dihubungi) mendadak,” timpal Gibran.
Setelahnya, Wali Kota Solo itu bergegas memasuki mobilnya. Sembari menangkupkan tangan isyarat tak mau menanggapi wartawan, Gibran kemudian mengintruksikan supirnya untuk segera berangkat.
“Ditunggu pak Gubernur, wes tak mangkat se,” kata Gibran menyudahi percakapan. (*/Dinda)