Suara Denpasar - Rudy Chen ditemani youtuber asal Beijing yang bernama Nining berkeliling di Desa Yunshuiyao, Kabupaten Nanjing, Zhangzhou, Fujian, Cina.
Di sana mereka melihat rumah tradisional suku Hakka yang masuk situs warisan dunia dari UNESCO.
Rumah tradisional itu disebut dengan nama Tulou yang sudah berumur ratusan tahun. "Di desa ini banyak yang bisa kita lihat.
Di sini banyak keturunan Hakka dari marga Jin," kata Rudy sembari berjalan menikmati keindahan desa dikutip dari kanal Youtubenya, Selasa 18 April 2023.
Rumah kuno Tulou adalah kumpulan dari rumah-rumah yang terbuat dari tanah dengan arristektur yang sangat unik. Di bangun abad ke-12, bangunan berbentuk bulat dengan sekitar tiga tingkat.
Di mana tingkat pertama biasanya adalah dapur, selanjutnya gudang, dan tingkat tertinggi adalah tempat tinggal para penghuninya. Di dalam satu Tulou bisa puluhan kepala keluarga (KK) yang tinggal di sana. Tergantung luasnya.
"Penghuni satu Tulou biasanya bersaudara," paparnya usai bincang-bincang dengan salah satu penghuni bangunan kuno tersebut.
Di tengah Tulou umumnya berdiri bangunan bulat lagi di tengahnya. Namun lebih rendah dan kecil. Biasanya bangunan itu digunakan untuk pertemuan atau acara keluarga.
"Di sini hanya ada satu pintu masuk di sini dan jendela yang menghadap ke luar pun hanya ada di lantai atas. Tujuannya untuk memantau musuh. Tembok di buat tebal juga berguna menahan invasi dan juga dinginnya angin," paparnya.
Baca Juga: Dipastikan Ilegal, Ozon Therapi yang Dikelola Bule Masih Beroperasi
Rumah kuno Tulou awalnya adalah rumah benteng pertahanan warga Hakka di Fujian. Sebab, zaman dulu masih banyak perampok yang berkeliaran.
Jadi, untuk bertahan dari serangan para perampok, rumah benteng Tulou akhirnya dikembangkan. ***