Suara Denpasar - Selain jadi makin moderat, belakangan tahun ini banyak penduduk Arab Saudi yang memilih menjadi atheis lantaran kecewa akan aturan di tempat tinggal mereka.
Dilansir dari akun Instagram @frix.id, jumlah penduduk penganut ateisme di Arab Saudi sebetulnya sudah terlihat sejak satu dekade lalu.
Dikutip dari data agama dunia 2020 dari Universitas Boston, populasi di Arab Saudi mencakup sekitar 31,5 juta Muslim, 2,1 juta Kristen, 708 ribu Hindu, 242 ribu atheis atau agnostik, 114 ribu Buddha, dan 67 ribu Sikh.
Berdasarkan data tersebut, meskipun jumlah warga di Arab Saudi yang mengaku atheis relatif tak terlalu tinggi, namun demikian angka ini dianggap signifikan, sebab negara itu menerapkan hukuman ketat bagi orang yang menentang agama.
Secularhumanism.org menambahkan, seiring dengan meningkatnya ateisme di Arab Saudi, negara telah memberlakukan beberapa langkah untuk memerangi penyebaran pemikiran tersebut.
Ini termasuk rencana untuk "menyuntikkan" anak-anak terhadap ateisme dan westernisasi, tak hanya itu, bangkitnya ateisme di Arab Saudi lantaran ketidakpercayaan para warga tentang agama.
Dari berbagai pandangan negatif terhadap agama dari pemberitaan buruk yang ada di Timur Tengah. Mulai dari penghancuran masjid, pembakaran gereja, hingga aksi kekerasan lain atas nama agama
Namun begitu, ateisme di Arab Saudi sangat ditindak tegas oleh negara, bahkan mereka yang mengaku atheis bisa dijerat hukuman fisik, penjara, atau hingga eksekusi mati.
Selain Arab Saudi, lima negara ini juga menerapkan aturan yang keras terkait agama mulai dari Kuwait, Qatar, Sudan, Uni Emirat Arab, dan Yaman, negara-negara tersebut menganggap ateisme sebagai tindak pidana yang dapat dihukum mati. (Rizal/*)
Baca Juga: Cek Fakta: Welcome Perdana! Bos Persib Bandung Teddy Tjahjono Ungkap 3 Pemain Deal