Suara Denpasar - Baru-baru ini terungkap adanya sebuah grup WhatsApp Anti Shin Tae Yong (STY). Grup itu beranggotakan sejumlah pelatih Tanah Air yang tidak puas dengan kinerja Shin Tae Yong untuk Timnas Indonesia.
Kabar ini pertama kali diungkapkan oleh pelatih futsal Junika Rahmat Ramadhan alias Doni Zola. Kendati demikian, dia tidak membeberkan siapa saja peserta grup tersebut.
"Waktu Bima Sakti berprestasi dengan timnas U-16, staf pelatih teriak local pride. Ini menarik buat dibahas. Karena gue punya Grup WhatsApp bersama pelatih-pelatih sangat anti-STY," kata Doni Zola sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Skor Indonesia, Kamis (27/4/2023).
Isu ini akhirnya viral di jagat dunia maya. Media Malaysia Vocketfc bahkan menulis artikel khusus yang mengulas polemik ini.
"Anggap Hasilnya Gini-gini Saja, Sekelompok Pelatih Bikin Grup WhatsApp Anti Shin Tae-yong," demikian judul artikel Vocketfc, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Kamis (27/4/2023).
Dalam tulisannya, media tersebut menjelaskan kemunculan grup WhatsApp Anti Shin Tae Yong yang beranggotakan pelatih Tanah Air.
Vocketfc kemudian mengulas perjalanan karier Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Meski belum pernah membawa Indonesia meraih trofi, pelatih asal Korea Selatan ini sukses memajukan sepak bola Tanah Air.
"Sebagai informasi, Shin Tae-yong memang belum mempersembahkan trofi untuk Indonesia. Meski begitu, pelatih Korea Selatan itu telah membuktikan Garuda berkembang di tangannya," tulis Vocketfc dalam artikelnya.
Media tersebut melanjutkan, "Beberapa di antaranya adalah ranking FIFA Timnas Indonesia melonjak dari 177 ke 149 dunia. Ia juga membawa Garuda lolos ke Piala Asia 2023 setelah 18 tahun."
Sementara itu, kontrak Shin Tae Yong akan berakhir pada bulan Desember mendatang. Kendati demikian, banyak yang berharap agar dia terus melanjutkan kariernya sebagai pelatih Timnas Indonesia.(*)