Suara Denpasar - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster menuai banyak hujatan usai Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia.
Sebab mereka bersikeras menentang kedatangan Timnas Israel, yang disebut-sebut jadi alasan utama FIFA mencabut status Indonesia sebagai host.
Meski dicaci netizen Tanah Air, kedua pejabat ini mendapat pujian selangit dari sejumlah pesepak bola Palestina, negara yang mereka bela karena dijajah Israel.
Pujian itu disampaikan oleh Hasan Kareem, pemain timnas sepak bola amputasi Palestina dari Gaza dan Saher Sharha, pemain klub lokal Palestina, Thaqafi Tulkram dari Tepi Barat.
"Kami para pesepak bola Palestina yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan penghormatan kepada masyarakat Indonesia yang menentang partisipasi negeri apartheid Israel di Piala Dunia U-20," kata mereka sebagaimana dilansir dari metro.suara.com, jaringan Suara.com, Sabtu (15/4/2023).
Mereka melanjutkan, "Kami juga menyatakan hormat pada Gubernur Bali dan Jawa Tengah yang menegaskan posisi mereka, sehingga Israel tak punya kesempatan membersihkan kejahatan mereka lewat sepak bola, olahraga kesukaan kita semua."
Selain menyatakan hormatnya kepada Ganjar Pranowo dan Wayan Koster, kedua pesepak bola tersebut juga mengecam kemunafikan FIFA.
Mereka menyatakan, "Kami mendesak seluruh asosiasi sepak bola di seluruh dunia untuk menolak kemunafikan FIFA dan berdiri bersama Indonesia."
Menurut mereka, FIFA telah menerapkan standar ganda dengan memberikan sanksi ke sejumlah negara namun memilih diam melihat kesewenangan Israel.
Baca Juga: Cek Fakta: Persija Gigit Jari! Marko Simic Merapat ke Persib, Trisula Mematikan Persib Terbentuk?
"Di Gaza banyak tim yang terdiri dari pemain amputasi, yang kehilangan anggota tubuh mereka akibas peluru Israel," tandas mereka.
Karena itulah Hasan Kareem dan Saher Sharha menilai pencabutan status Indonesia sebagai host Piala Dunia U-20 adalah bentuk lain dari standar ganda FIFA.(*)