Suara Denpasar - Indra Sjafri bahas pelatih asing persempit lapangan pekerjaan bagi pelatih lokal di Indonesia.
Pembahasan itu dimulai dari sebuah pertanyaan yang dilontarkan kepadanya, pelatih Timnas dengan pengalaman 11 tahun itu buka suara dalam pembahasan tersebut.
Pembahasan itu terjadi dalam salah satu podcast YouTube berjudul Eksklusif Indra Sjafri: Sepak Bola Indonesia Perlu Perbaiki 5 Pilar!.
Video yang diunggah pada 9 Maret 2023 tersebut menampilkan, dua pembawa acara podcast, yakni Donzol dan Rais mewawancarai Indra Sjafri soal sepak bola Indonesia.
Kemudian, salah satu topik dari pembahasan dalam podcast itu ialah tentang isu keberadaan pelatih asing yang dinilai mempersempit lapangan pekerjaan dari pelatih lokal di Indonesia.
"Coach ada yang bilang oke kita perbanyak pelatih-pelatih tapi lapangan pekerjaannya ini sempit bagi pelatih-pelatih yang sudah mencapai B atau pun A gitu, kadang mereka tidak dapat klub, kalah dari pelatih asing, ini gimana coach?," tanya salah satu pembawa acara seperti dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube Skor Indonesia pada Selasa, (2/5/2023).
Indra Sjafri menjawab pertanyaan itu, menurutnya pola pikir pelatih harus diubah terlebih dahulu, tidak semua pelatih harus melatih klub di liga 1 Indonesia.
"Ya ini juga yang saya ke teman-teman pelatih sampaikan, ada memang yang baru tamat A, begitu dia sudah selesai A, orientasinya sudah melatih liga 1," jelasnya.
"Di Eropa, pelatih lisensi UEA pro itu banyak melatih akademi, pola pikir pelatih yang seperti ini saya minta disampaikan kepada pelatih, pekerjaan dia itu bukab hanya di liga 1, liga 2, liga 3," ujarnya melanjutkan.
Namun Indra Sjafri juga tidak menyangkal soal isu sempitnya lapangan pekrjaan, namun ia menegaskan bahwa lapangan pekerjaan pelatih bukan hanya liga 1,2 dan 3.
Menurutnya, ada puluhan ribu SSB yang membutuhkan pelatih-pelatih lokal di Indonesia.
"Dan saya setuju apa yang disampaikan tadi, lapangan pekerjaanya mana? Saya juga minta, jangan menganggap lapangan pekerjaan pelatih itu hanya liga 1, liga 2, liga 3, ada puluhan ribu SSB yang butuh itu," terangnya. (*/Ana AP)