Suara Denpasar - Jelang Pemilihan Gubenur (Pilgub) pada 2024 nanti. Eskalasi politik di Bali mulai memanas.
Kabar terheboh tentu berasal dari kandang banteng bermoncong putih dalam lingkaran Kabupaten Badung. Di mana, kader potensial atau incumbent tidak masuk daftar calon legislatif.
Kabar yang beredar, bahkan nama I Bagus Alit Sucipta yang kini duduk di dewan Provinsi Bali juga terlempar dari pencalonan.
Diketahui, Gus Bota-begitu tokoh pemuda itu biasa dipanggil Kemang dikenal dekat dengan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.
Bukan hanya Gus Bota. Sang istri yang juga anggota DPRD Badung yakni Putu Yunita Oktarini, juga tidak masuk daftar. Pun dengan dewan Badung lainnya seperti I Wayan Regep yang juga loyalis Giri Prasta hilang dari daftar pencalonan legislatif Badung.
Padahal, pendaftaran bacaleg Pemilu 2024 akan berakhir dalam hitungan hari atau 14 Mei mendatang. Tapi baik nama Gus Bota, Yunita, Regep tidak masuk daftar calon sementara (DCS).
Sebelumnya, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung, I Putu Parwata membenarkan adanya informasi pencoretan bakal Caleg DPRD Badung.
"Ya, ada pesan WhatsApp yang dikirim oleh sekretariat yang menyatakan demikian (dicoret dari daftar calon, Red)," kata Ketua DPRD Badung.
Sebagai petugas partai di tingkat kabupaten, Parwata mengaku tidak dilibatkan. Akan tetapi sebelum diajukan ke DPD, penggodokan bakal calon dilakukan di tingkat DPC.
Baca Juga: Dewan PDIP Pro Giri Prasta For Bali Satu Disingkirkan secara Halus, Nyoman Satria Aman
"Kami di Badung ini sama sekali tidak ada diajak komunikasi oleh DPD," ujarnya, Rabu 3 Mei 2023.
Sementara yang mendukung pencalonan kembali Wayan Koster aman dari daftar Caleg. Di antaranya, Nyoman Satria (Dapil Mengwi), I Putu Alit Yandinata, Nyoman Dirgayusa, Ni Luh Kadek Suastiari (Dapil Abiansemal) IG Anom Gumanti (Kuta), I Wayan Luir Wiana (Kuta Selatan) dan I Wayan Sandra (Kuta Utara) serta sejumlah nama lainnya. ***