denpasar

AJI Denpasar Ajak Media Tetap Kritis di Masa Krisis

Suara Denpasar Suara.Com
Kamis, 11 Mei 2023 | 13:30 WIB
AJI Denpasar Ajak Media Tetap Kritis di Masa Krisis
AJI Denpasar Ajak Media Tetap Kritis di Masa Krisis (Suara Denpasar/ Rovin Bou)

Suara Denpasar - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar menyoroti sejumlah kaidah Jurnalistik yang sudah krisis. Salah satunya adalah independensi media.

AJI Denpasar menilai tanggungjawab jurnalis terhadap publik semakin merosot. Hal tersebut karena banyak media menjalin kerja sama dengan banyak instansi pemerintahan sehingga tidak seimbang dalam pemberitaan. 

Bahkan fungsi media sebagai mitra kritis pemerintah pun menjadi pudar akibat terlalu bergantung pada kerja sama atau iklan dari instansi-instansi yang diajak kerja sama. 

AJI Denpasar menilai, saat ini media semakin banyak, tetapi justru hilang kekritisan dari media itu sendiri. 

Untuk persoalan itu, AJI Denpasar mengajak agar media tetap menjaga sikap kritis jurnalis dan independensi media. 

Hal tersebut dibicarakan dalam diskusi dengan tema "Tetap Kritis di Masa Krisis" dalam rangka memperingati hari kebebasan pers dunia, di Kubu Kopi jalan Hayam Wuruk, Renon, Denpasar, Bali, Kamis (11/5/2023).

Luh De Suryani dari AJI pusat sebagai salah satu pemantik diskusi dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa peran media sebagai kontrol sosial menjadi pudar karena media sudah dijadikan bisnis. 

Ketergantungan itu membuat efektivitas media tidak lentur karena hal kerja sama. Akibatnya masyarakat justru mengetahui informasi dari media sosial. 

"Terjadi krisis kaidah jurnalistik, karena ketergantungan media pada kerja sama atau iklan," jelasnya.

Baca Juga: Profil Safawi Rasid, Pemain JDT yang Dikaitkan dengan Persib Bandung dan Persija Jakarta oleh Media Malaysia

Luh De mengatakan, tidak bisa dinafikan bahwa media memang membutuhkan anggaran untuk operasional dan keberlangsungan media tersebut. 

Dan tidak salah jika media tersebut menjalin kerja sama dengan suatu instansi, tapi harus diatur agar kekritisan dari media tersebut tidak hilang. 

Terutama kalau media tersebut menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah dan mendapatkan anggaran dari APBD instansi pemerintah terkait. Menurut Luh De, hal tersebut bisa sangat melemahkan fungsi media sebagai pengontrol sosial.

"Ada dua jawaban, bahwa media yang sangat tergantung jelas dia melemahkan fungsi sosial medianya, tapi kalau yang tidak terlalu tergantung masih bisa dia independen," imbuhnya.(*/Ana AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI