Suara Denpasar - Jokowi jadi pusat perhatian di kancah internasional, sosoknya diperbincangkan, bahkan ia mendapatkan pujian dari media asing.
Menjabat selama dua periode, sosok yang memiliki nama asli Joko Widodo itu tidak hanya menjadi perhatian masyarakat Indonesia, namun juga dunia.
Namanya dibahas oleh salah satu media asing, yaitu Behind Asia, melalui kanal YouTube, pihaknya memuji Presiden Indonesia ke-7 itu sebagai pemimpin revolusioner.
Mulanya, media tersebut mengunggah video berjudul 'How Joko Widodo Transformed Indonesia', dengan durasi 9 menit 47 detik, dilansir Suara Denpasar pada Senin, (15/5/2023).
Pihaknya menyampaikan kinerja Jokowi dalam mengurus sektor ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan yang menurutnya sangat baik dan sangat revolusioner.
Dalam kolom komentar videonya, media tersebut menuliskan keterangan statement yang menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin revolusioner Indonesia.
"Joko Widodo is a revolutionary leader loved by the millions of Indonesians,".
"Joko Widodo adalah pemimpin revolusioner yang dicintai jutaan masyarakat Indonesia,".
Meski begitu, media asing tersebut menyampaikan bahwa sosok Presiden Indonesia itu tentu saja tidak terlepas dari kekurangan dan kesalahan, maka ia meminta pendapat warganet tentang sosok tersebut.
Baca Juga: Pantas Dijuluki Pemersatu Bangsa, Ternyata Ini Momen Hot Tante Ernie, Yuk Intip Disini
Menariknya, pada kolom komentar paling atas terdapat komentar dari warga Filipina, dirinya mengaku mencintai Presiden Jokowi, bukan tanpa alasan, melainkan karena Presiden Indonesia ke-7 itu telah berinvestasi di negaranya.
"I'm from Calamba City, Laguna Philippines, and Joko Widodo was the best loved southeast Asian Leaders in our region of Calabarzon," tulis akun Darwinq Penaflorida dalam kolom komentar.
"Saya dari Calamba City, Laguna, Filipina dan Joko Widodo adalah Pemimpin Asia Tenggara yang paling dicintai di wilayah Calabarzon".
Menariknya, alasan Jokowi dicintai warga Filipina adalah keberadaan Alfamart dan beberapa produk Indonesia di negara tersebut.
"Because one of the main reasons is Indonesian invesments in Calabarzon such Alfamart and patronizing Indonesian producs like Kopiko and Indomie," tulisnya melanjutkan.
"karena salah satu alasan utamanya adalah investasi Indonesia di Calabarzon seperti Alfamart dan menggurui Produk Indonesia seperti Kopiko dan Indomie,".