Suara Denpasar – Bertanggung jawab sebagai Manajer timnas pencak silat Indonesia, Kolonel Wahyo Yuniartoto sempat menunjukkan aksi protesnya kepada wasit yang diduga mengalami human error kala melawan kontingen asal Vietnam pada ajang SEA Games.
Seperti diketahui, pelatih Vietnam diduga akan melancarkan bogemnya kepala pelatih Indonesia beberapa waktu lalu. Aksi tersebut membuat Kolonel Wahyo Yuniartoto turun tangan.
“Laga Indonesia melawan Vietnam, ada indikasi bahwa wasit juri mengalami human error. Artinya dia tidak tahu aturan/ketentuan perbedaan antara gerakan dan kuncian.” Ungkap Kolonel Wahyo Yuniartoto yang dikutip Suara Denpasar dari Antaranews pada Selasa (16/5/2023).
“Jika itu terjadi, harus ada proses dan nilai kalau itu kuncian, dan lawan itu mengalami beberapa kondisi yang terkait dengan hal tersebut.” Tambahnya.
Akibat momen menegangkan dan panas tersebut Kolonel Wahyo Yuniartoto disebut-sebut mendapat tantangan duel dari pelatih pencak silat asal Vietnam.
Namun, suasana yang memanas tersebut langsung dilerai oleh beberapa orang yang ada disekitar tempat kejadian agar tidak semakin memburuk.
Dari kejadian tersebut, akhirnya sosok Kolonel Wahyo Yuniartoto menjadi pembicaraan publik. Lantas siapakah sosok Kolonel Wahyo Yuniartoto?
Dilansir dari suara.com Kolonel Wahyo Yuniartoto lahir pada 18 Juni 1979 silam yang merupakan seorang perwira menengah TNI Angkatan Darat (TNI-AD), lulusan dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 2001 kecabangan Infanteri (Kopassus).
Jabatan terkini Kolonel Wahyo Yuniartoto di Kopassus adalah sebagai Staf Umum Danjen Kopassus Bidang Perencanaan, Operasi dan dan Latihan dan mendapat julukan sebagai ‘Bapak Matahari’ dan berbakat sebagai seorang motivator.
Menempuh pendidikan dasar hingga menengah atas di Kabupaten Purbalingga. Mengambil S1 di Prodi Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka dan menyelesaikan S2 di Universitas Pertahanan pada tahun 2016.
Tercatat telah 2 kali sebagai Manajer Tim Pencak Silat Indonesia yaitu pada kejuaraan dunia di Malaysia tahun 2022 dan yang terbaru di SEA Games Kamboja tahun 2023.
Mendapatkan puluhan penghargaan diantaranya Siswa terbaik Pendidikan Komandan Kodim (2017), Penghargaan KASAD pada Lomba Binsat TNI AD (2017, Penghargaan keberhasilan membawa Kontingen Pencak Silat Indonesia di Kejuaraan Dunia Pencak Silat (2022 dan lainnya. (*/Ana AP)