Suara Denpasar – Sosok Kolonel Wahyo Yuniartoto belakangan ini menjadi pusat perhatian publik, setelah aksi bersitegangnya dengan pelatih silat Vietnam di ajang SEA Games 2023 viral di media sosial.
Dalam unggahan yang beredar, salah satunya melalui akun @HeraLoebss, Jumat (12/5/2023), Wahyo Yuniartoto yang saat ini menjabat sebagai manajer Tim Pencak Silat Indonesia nyaris saja menghantam rahang pelatih pencak silat Vietnam.
Insiden ini diketahui bermula ketika atlet Indonesia Safira Dwi Meilani yang saat itu menghadapi atlet Nguyen Hong An dari Vietnam di kelas B Putri, diduga dicurangi.
Pasalnya, wasit secara tiba-tiba menyatakan bahwa atlet Indonesia tidak mampu menyelesaikan pertandingan ketika Safira mengalami dislokasi bahu, tepat 18 detik sebelum waktu berakhir.
Padahal, saat itu Indonesia sudah unggul dari Vietnam dengan poin 61-43.
Tentu saja hal ini memicu protes keras dari pihak Indonesia lantaran merasa dicurangi. Meski sempat disetujui, namun ada nilai pertambahan untuk atlet Vietnam.
Situasi puan kian memanas saat pelatih silat Vietnam maju dengan melempar nada tantangan. Hal itulah yang lantas membuat Kolonel Wahyo Yuniartoto ikut terpancing hingga nyaris terlibat baku hantam jika tidak segera dilerai rekan tim yang lain.
Lantas, siapakah sosok Kolonel Wahyu Yuniartoto ini?
Melansir situs resmi Universitas Stekom Pusat, stekom.ac.id, berikut rekam jejak Kolonel Wahyu Yuniartoto.
Baca Juga: Cek Fakta: Nasib Thailand di Ujung Tanduk! Berani Pukul Kombes Sumardji, FIFA Resmi Jatuhi Hukuman?
Kolonel Wahyo Yuniartoto merupakan seorang perwira menengah TNI lulusan akademi militer tahun 2001 dan berasal dari percabangan Infanteri Kopassus.
Berbagai posisi di lingkungan Angkatan Darat telah dia emban. Terakhir ia mengemban jabatan sebagai Asisten Operasi (Asop) Kopassus.
Kini, pria kelahiran Purbalingga, 18 Juni 1979 ini, sudah naik pangkat menjadi seorang kolonel. Bahkan, dia didapuk sebagai manajer Timnas Pencak Silat Indonesia di ajang SEA Games 2023 Kamboja.
Suami dari Siti Aminah ini juga dibentuk dan diasah kemampuannya di lingkungan korps pasukan elit Kopassus
Kolonel Wahyo Yuniartoto juga sempat menduduki jabatan penting, salah satunya menjadi Dandim Cilacap pada 2019 silam.
Menariknya, perwira lulusan pendidikan komando 82 ini seringkali dijuluki sebagai 'Bapak Matahari' karena selalu memiliki semangat yang membara.