Suara Denpasar - Beredar video viral seorang ayah menangis dan direkam kamera oleh salah seorang warga, dirinya menceritakan apa yang telah ia alami hingga menangis.
Dialog antara seorang ayah dan seseorang yang merekam kejadian tersebut terdengar menggunakan bahasa Jawa.
Video itu viral dan tersebar di sosial media, usai diunggah dan diviralkan oleh akun Instagram @undercover.id dilansir Suara Denpasar pada Sabtu, (20/5/2023).
Dalam video itu terlihat seorang pria paruh baya menangis di hadapan perekam video, ia seolah mencurahkan semua beban yang dirasakannya.
Ia kemudian mengeluarkan uang dengan nominal 1000-2000 rupiah beberapa lembar untuk mencoba mengganti bensin yang diberikan oleh perekam kamera.
Berdasarkan penjelasan dari pengunggah video, seorang ayah paruh baya itu mulanya terlihat sedang mendorong sepeda motornya lantaran kehabisan bensin dan uangnya tidak cukup untuk membeli bensin.
Kemudian seorang warga berbaik hati membelikannya bensin, dan menolak ketika sang pria paruh baya itu hendak memberikan sisa-sisa uang yang ia pegang.
Kemudian, ketika ditanyai pria paruh baya itu kemudian menangis menceritakan kepedihan yang dialaminya hari itu, sebab itulah warga yang menolongnya itu langsung merekam momen tersebut.
Berdasarkan pengakuan pria paruh baya itu, ternyata dirinya merupakan seorang ayah yang baru saja dibentak anaknya saat wisuda, bahkan ia bercerita bahwa anaknya sampai membanting HP.
Kemudian sang ayah itu pulang sendirian sembari mendorong motor miliknya, hal tersebut dikarenakan ia kehabisan bensin dan uangnya tidak cukup untuk membeli bensin.
"Ceritanya tadi siang melintas di daerah perempatan 40 Yogyakarta, terlihat ada bapak mendorong motor, saya samperin ternyata bensinnya habis, lalu saya carikanlah bensin," tulisnya pada caption video.
"Saat mau mengisikan motornya, bapaknya nangis. Ternyata habis dibentak-bentak dan dimarahi sama anaknya di tempat wisuda anaknya tersebut sampai hp anaknya dibanting," tulisnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan lebih detail dan kebenaran informasinya. Sejumlah netizen menyalahkan sikap sang anak. Namun tak sedikit yang mempertanyakan apakah ini bukan modus penipuan. (*/Ana AP)