Suara Denpasar - Dedi Mulyadi dan Adik Prabowo Subianto yaitu Hashim Djojohadikusumo memiliki cerita yang menarik. Yaitu tentang patung-patung Wayang Pandawa lima yang dirusak atau bahkan dibakar oleh orang tak dikenal hingga tidak Dedi Mulyadi tidak dianggap sebagai Bupati Purwakarta.
Saat itu Dedi Mulyadi masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Dalam ceritanya aksi pembakaran dan perusakan patung-patung yang menjadi identitas atau icon Kabupaten Purwakarta itu sudah sejak 2010-an oleh orang tak dikenal.
Patung-patung itu seperti Arjuna, Semar, Bima, Nakula, Sadewa, dan Yudhistira sempat dirobohkan dab dioleh orang tak dikenal.
Kejadian-kejadian itu kembali diceritakan saat Kang Dedi Mulyadi berkunjung ke kantor Hashim Djojohadikusumo. Bahwa sebagai pencinta wayang, Hashim yang saat itu berada di London sempat mencari-cari sosok Kang Dedi Mulyadi sebagai Bupati Purwakarta saat itu.
Tujuan Hashim Djojohadikusumo mencari Dedi Mulyadi karena ingin membantu dan bahkan berkunjung ke Purwakarta saat itu.
"Saya di London, saya baca majalah Tempoo, katanya anda diganggu-ganggu kelompok radikal yang menghancurkan wayang-wayang. Saya kan penggemar wayang makanya saya suruh cari-cari untuk dibantu," kisah Hashim, dikutip Suara Denpasar dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel," Rabu (24/5/2023).
Lucunya, saat Hashim berkunjung ke Purwakarta pada tahun 2011 untuk bertemu dengan Dedi Mulyadi sebagai Bupati malah tidak dianggap sebagai Bupati. Hal itu karena Kang Dedi Mulyadi masih terlalu muda kala itu.
"Saya turun dari bus, terus saya lihat ada anak muda baju putih pakai sendal, terus saya bertanya sama anak muda itu Pak Bupati menunggu di dalam ya? Terus anak muda itu bilang gak Pak, saya Bupatinya," terang Hashim membuat semuanya tertawa.
"Jadi waktu Pak Hashim turun dari bus, saya pakai baju putih pakai sendal, ditanya Bupatinya nunggu di dalam yah, gak Pak saya Bupatinya Pak," sambung Kang Dedi memperjelas. (*/Dinda)
Baca Juga: Didasari 2 Hal Ini, Dedi Mulyadi Terang-terangan Ungkap Alasan Hengkang dari Golkar ke Gerindra