Suara Denpasar – PSIS Semarang telah secara resmi berpisah dengan Stadion Citarum. Namun berhembus kabar minggatnya klub milik Yoyok Sukawi itu karena nilai kontrak yang meningkat.
Sebelumnya, nilai kontrak Stadion yang sempat menjadi Homebase PSIS Semarang di angka Rp1 miliar per tahun.
Namun demikian, kontrak dengan nilai itu telah berakhir pada april lalu. Pemerintah Kota Semarang pun menaikan nilai kontrak menjadi Rp1,1 miliar per tahun.
"Memang ada kenaikan nilai kontrak, itu pasti ada kajian, kalo kami bicara pemanfaatan aset pemkot, itu pasti pakai kajian, kemudian ada prosesnya," kata Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dilansir dari Suara Semarang.
Karena kenaikan itu, Yoyok Sukawi pun dianggap membawa PSIS Semarang kabar dari stadion Citarum lantaran tidak memiliki duit.
Tidak terima dengan anggapan itu, Yoyok Sukawi membantah jika klub yang dikelolanya tidak memiliki cukup uang untuk menyewa Stadion Citarum.
"Anggapan PSIS tak punya duit dan lain-lain itu tidak benar,” kata Yoyok Sukawi dilansir dari Suara Joglo, Jumat (10/6/2023.
Bahkan ia menyebutMahesa Jenar mampu menyewa Stadion dengan kapasitas 7000 penonton dengan durasi 10 tahun.
“Kalau boleh sombong sedikit, biaya sewa Citarum itu hanya seperempat bayaran Taisei Marukawa dalam setahun, kalaupun disuruh bayar 10 tahun kita bisa," ujar Yoyok. (*)
Baca Juga: MLN Algeria, Lapangan Migas Pertama yang Dioperasikan Pertamina di Luar Negeri