Suara Denpasar - Sebuah kapal selam wisata dilaporkan hilang sejak Minggu (18/6) di Samudera Atlantik. Kapal selam tersebut bertujuan melakukan penjelajahan bangkai kapal Titanic yang legendaris.
Kapal itu mengangkut lima orang penumpang termasuk pengusaha asal Inggris Hamish Harding dan penjelajah asal Prancis Paul-Henry Nargeolet, sebagaimana melansir BBC.
Awak kapal selam kehilangan kontak dengan kapal induknya, Polar Prince, yang ada di permukaan laut, 1 jam 45 menit setelah menyelam. Kapal selam itu menggunakan pengunci eksternal sehingga para penumpang tidak dapat keluar dari kapal selam dari dalam.
Kapal itu diperkirakan memiliki persediaan oksigen yang akan habis pada Kamis (22/6/2023) pukul 10.00 GMT atau sekitar 17.00 WIB. Sedangkan bangkai Titanic sendiri berada di kedalaman sekitar 4 kilometer di bawah permukaan laut.
Pencarian pun dilakukan dengan kapal dan pesawat, baik dari atas maupun bawah permukaan laut. Sejumlah lembaga dari AS dan Kanada, angkatan laut, serta kapal-kapal laut dari perusahaan komersial tutut dikerahkan dalam misi pencarian tersebut.
Kekinian, tim penyelamat di Atlantik Utara mendengar suara di lokasi dekat hilangnya kapal selam itu. Setelah pesawat P-3 milik Kanada menangkap suara-suara tersebut, para ahli Angkatan Laut AS segera melakukan analisa.
Menurut memo internal pemerintah AS, dentuman terdengar selama 30 menit pada Selasa (20/06). Empat jam kemudian, suara-suara itu masih terdengar oleh perangkat sonar tambahan yang digunakan.
Lokasi pencarian bawah laut pun bergeser lokasinya untuk mencari sumber suara tersebut. Namun sayangnya, Penjaga Pantai mengatakan apabila sejauh ini kepal selam jarak jauh yang tengah beroperasi memberikan hasil negatif.
(*)