Suara Denpasar - Kang Dedi Mulyadi baru-baru ini mendengarkan curhat seorang ibu asal Cimahi yang datang mengunjunginya. Ibu tersebut memiliki seorang anak SMA yang bersekolah di sekolah negeri dan akan lulus.
Namun sayangnya, ia khawatir apabila ijazah sang anak akan ditahan lantaran ia tak mampu melunasi biaya infak masjid.
"Kemarin habis perpisahan dia habis cap tiga jari bilang katanya 'Mi, sama ibu wali kelas ditegur katanya masih ada tunggakan sumbangan yang belum beres'," kata ibu tersebut menirukan aduan sang anak seperti dilihat pada YouTube Dedi Mulyadi pada Rabu (21/6/2023).
Dedi Mulyadi yang mendengarnya pun sedikit heran. Sebab pada umumnya, sekolah negeri tidak dipungut biaya alias gratis. "Oh begitu masuk diminta sumbangan? 'Kan sekolah itu gratis sekolah pemerintah itu katanya?" tanya Dedi Mulyadi.
Ibu itu pun menjelaskan apabila sekolahnya memang gratis namun siswa diminta turut berpartisipasi untuk pembangunan masjid. Besar infak yang harus dibayar sebesar Rp6 juta.
"Jadi sekolah mah gratis, cuman diminta infak untuk masjid. Infak untuk masjidnya itu diminta enam juta baru bayar 500 karena kerjaan (ayah) PHK," kata Dedi Mulyadi memperjelas.
Menurut desas-desus yang didengar ibu tersebut, siswa yang belum melunasi tunggakan berkemungkinan ditahan ijazahnya. Oleh sebab itu, ia pun khawatir jika ijazah sang anak tidak bisa diambil sehingga ia meminta bantuan Dedi Mulyadi.
"Tunggu aja dulu besok. Besok ditahan apa enggak. Nah kalau besok ditahan, ibu kasih kabar saya. Nanti saya ke situ, saya lunasin," kata Dedi Mulyadi.
Oleh sebab itu, Dedi Mulyadi menyarankan ibu tersebut agar tidak terlalu khawatir. Sebab, belum tentu ijazahnya ditahan. Seandainya ijazah anaknya ditahan sekalipun, Dedi Mulyadi siap membantu.
Baca Juga: Pengakuan Mengejutkan Nuraini Mahasiswi Kuli Angkut Semen: Satu Sak Dibayar 600 Rupiah
"Kalau ijazahnya tidak diberikan ibu pulang aja. Nanti saya meluncur ke tempat ibu untuk bayarin (tunggakan) ijazahnya," pungkas Dedi Mulyadi.
(*)