Suara Denpasar – Gelandang Timnas Indonesia yang memperkuat Liga Belgia KMSK Deinze, Marselino Ferdinan menjadi mala petaka bagi dua klub Belgia.
Marselino Ferdinan menjadi bintang bersama KMSK Deinze yang mentas di Liga 2 Belgia dan uniknya dua klub yang gawangnya dijebol eks pemain Persebaya Surabaya itu turun kasta.
Dua klub itu yakni KV Oostende dan Royal Excelsior Virton yang gawangnya berhasil dijebol Marselino Ferdinan.
KV Oostende merupakan klub pertama yang merasakan keganasan wonderkid Timnas Indonesia itu.
Klub yang sebelumnya berkompetisi di kasta tertinggi Liga Belgia yakni Jupiler Pro League 2022-2023 harus terdegradasi ke kasta kedua dan akan berkompetisi bersama KMSK Deinze.
Musim lalu KV Oostende yang gawangnya dijebol Marselino Ferdinan di laga uji coba hanya mampu finish di peringkat ke-16 klasemen akhir harus turun ke kompetisi kasta kedua Liga Belgia.
Mereka hanya mampu mengoleksi 27 poin dari 34 pertandingan.
Berikutnya Royal Excelsior Virton yang menjadi korban keganasan adik dari eks pemain PSIS Semarang, Oktafianus Fernando itu.
Hal itu terjadi pada laga play off degradasi Liga 2 Belgia 2022-2023. Mendapat kepercayaan dari Pelatih KMSK Deinze, Marc Grosjean turun di awal babak kedua. Marselino Ferdinan sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-77.
Gol tersebut membantu KMSK Deinze mengalahkan Royal Excelsior Virton dengan skor telak 3-1.
Kekalahan dari KMSK Deinze membuat Royal Excelsior Virton terbenam di dasar klasemen dengan menempati posisi ke-12 dengan koleksi 14 poin dari 22 pertandingan dan membuat mereka turun kasta.
Catatan tersebut membuat Marselino Ferdinan menjadi sosok yang ditakuti di Belgia karena mitos tersebut. (*/Ana AP)