Suara Denpasar - PSIS Semarang akhirnya patahkan rekor buruk tak pernah menang setelah berhasil menaklukan Bhayangkara FC dengan skor 3-1.
Pertandingan yang cukup dramatis di Stadion Jatidiri, Semarang itu justru sempat diungguli tim The Guardian melalui M Ragil pada menit ke-26.
Namun di babak kedua, tim Mahesa Jenar kembali ke arena pertarungan dengan kobarkan api semangat. Pada menit ke-86, sundulan Carlos Fortes berhasil getarkan gawang Bhayangkara FC.
Gol kemenangan berikutnya bahkan terjadi di masa injury time melalui Gali Freitas dan Boubakary Diarra.
Kemenangan PSIS itu disambut riang gembira oleh Panser Biru. Bahkan juga tak segan untuk memuji Gilbert Agius, pelatih tim Mahesa Jenar.
"Dari awal gak pernah ragu dengan Pak Agius, butuh proses dan adaptasi.. meski yang lain ingin Pak Agius out. Tetep semangat Pak Agius, jangan bosen ngelatih anak asuhmu sampek tuntas.. PSIS yohisoyoh," puji @freynto dikutip dari kolom komentar di postingan Instagram @psisfcofficial pada Selasa (4/7/2023).
"Aku yakin pemain PSIS, official, manajemen tahun ini solid.. lanjutkan semangatmu para pejuang jiwa jawara.. bawa Semarang di papan atas, target juara tahun ini," timpal @irwan99_k.
"Maturnuwun PSIS.. maturnuwun Coach Agius," pungkas @informasiseputarsemarang.
Selain itu, melalui ligaindonesiabaru.com pelatih PSIS kewarganegaraan Malta itu membocorkan kunci kebangkitan tim Mahesa Jenar setelah tertinggal di babak pertama. Menurutnya, tim pelatih terus memberikan motivasi kepada pemain di ruang ganti.
Baca Juga: Jadi Idola Baru, Panser Biru dan Snex Tuntut Pelatih PSIS Mainkan Gelandang Rp3,04 Miliar di Liga 1
"Di ruang ganti kita yakinkan pada pemain bahwa kita mampu bangkit untuk memenangkan laga," ungkap Gilbert Agius.(*/Ana AP)