Suara Denpasar – Ketum PSSI, Erick Thohir akhirnya menemukan dua pemain keturunan Belanda yang siap dinaturalisasi untuk menggantikan posisi Saddil Ramdani di Timnas Indonesia.
Berposisi pada sayap, dua pemain keturunan tersebut digadang-gadang menjadi pengganti ideal bagi Saddil Ramdani di Timnas Indonesia, terlebih Timnas Indonesia sedang bersiap menghadapi Piala Asia pada awal Januari 2024 mendatang.
Selain itu, tindakan indisipliner yang dilakukan Saddil Ramdani membuatnya ter-blacklist dari daftar pemain pilihan Shin Tae Yong. Untuk itu Erick Thohir pun sedang melakukan pendekatan dengan dua pemain keturunan tersebut.
Kabar PSSI menemukan opsi pengganti Saddil Ramdani ini diunggah oleh akun YouTube Berita Timnas yang diunggah pada Minggu (2/7/2023) dan telah disaksikan sebanyak 16 ribu kali pengguna YouTube.
“SADDIL MENANGIS ! PSSI AKHIRNYA MENEMUKAN PEMAIN KETURUNAN BELANDA PENGGANTI POSISI SADDIL DI TIMNAS,” begitu judul yang tertera.
Selain itu, unggahan tersebut juga dilengkapi dengan thumnail foto Erick Thohir dan Saddil Ramdani serta sosok pemain keturunan.
“Tamat Riwayat Saddil Ramdani, Akibat Kemakan Kesombongannya. Indonesia tak Butuh Pemain Sombong,” begitu keterangan pada thumnail.
Lantas benarkah klaim informasi pada video tersebut?
CEK FAKTA
Baca Juga: Saddil Ramdani Sindir Soal Naturalisasi, Bima Sakti Dikabarkan Incar 3 Pemain Abroad Ini
Setelah dilakukan penelusuran pada video berdurasi 5 menit 3 detik tersebut, video tersebut hanya menginformasikan mengenai profil 2 sosok pemain keturunan Belanda, yakni Ilias Alhaft dan Justin Mathieu.
Dalam video tersebut juga menyajikan rumor mengenai kedua pemain Ilias Alhaft dan Justin Mathieu yang masuk dalam list pemain naturalisasi.
Tidak dicantumkan mengenai fakta posisi Saddil Ramdani yang tercoret dari Timnas Indonesia.
Sementara melansir dari laman resmi PSSI, tidak ada pernyataan dari Erick Thohir yang menyebut Ilias Alhaft dan Justin Mathieu bakal dinaturalisasi untuk menggantikan posisi Saddil Ramdani.
Sehingga dapat disimpulkan konten yang disajikan tergolong False connection konten alias koneksi yang salah. Hal ini lantaran judul berbeda dengan isi berita. (*/Ana AP)