Suara Denpasar – Usai viral pernyataannya yang menyalahkan Shin Tae-yong gegara dinilai memberikan perlakuan lebih spesial pada pemain naturalisasi di FIFA Matchday Juni lalu, Saddil Ramdani mendadak jadi perbincangan hangat warganet.
Atas kelakuannya itu, keberadaan Saddil Ramdani di Timnas Indonesia bahkan disebut sudah tidak diakui lagi oleh Ketua Umum PSSI, yaitu Erick Thohir.
Kabar ini diketahui melalui sebuah video yang dibagikan kanal YouTube JAGAT.ID pada Minggu, 2 Juli 2023.
“SALAHKAN STY, SADDIL RAMDANI PAKSA ERICK THOHIR AMBIL KEPUTUSAN,” demikian judul yang dicantumkan pada video.
"Pemain Bengal, Saddil Ramdani Tak Diakui Lagi Erick Thohir," tulisnya pada sampul video.
Dengan jumlah subscriber mencapai 160 ribu pengguna, video berdurasi 8 menit 2 detik itu kini telah ditonton lebih dari 12 ribu kali.
Lantas, benarkah Saddil Ramdani sudah tak diakui Ketum PSSI Erick Thohir?
Berikut Suara Denpasar akan menelusuri kebenaran dari informasi yang disajikan video tersebut melalui cek fakta.
CEK FAKTA:
Setelah ditelusuri, konten tersebut rupanya diawali dengan cuplikan video Saddil Ramdani yang terlihat sedang berada di dalam pesawat. Dalam rekaman itu, Saddil mengatakan bahwa dirinya tidak peduli apabila ada pemain yang mau membela Timnas Indonesia.
“Saya kasih tahu kalian, siapa pun mau main di negara di Timnas Indonesia, saya tidak bagaimana-bagaimana. Kenapa sih kalian selalu komen yang tidak berguna kepada saya,” tutur Saddil dalam video tersebut.
Selanjutnya, video beralih memperlihatkan Coach Justin yang meminta Saddil sadar diri dan menurunkan ego ketika tidak diturunkan Shin Tae-yong saat laga FIFA Matchday.
“Saddil dengerin, yang namanya main di Timnas, jadi Shin Tae-yong ini diberi tanggung jawab untuk mengelola yang namanya timnas utama yang dimiliki oleh 275 juta rakyat Indonesia. Caranya gimana? Ya itu terserah pelatih,” kata Coach Justin.
Coach Justin juga mengatakan, sebagai pelatih Timnas, Shin Tae-yong pasti memiliki strategi tersendiri. Sehingga, wajar apabila ada pemain yang tidak menunjukkan performa terbaiknya, tidak ia tempatkan jadi starter utama.
“Lo boleh merasa diri lo Zidane, Messi atau Ronaldo, itu hak lo. Tapi kalau dia merasa diri lo tidak perform, lu nggak akan jadi starter. Dan lo harus fair terhadap diri lo sendiri, Saddil,” ujarnya.