Suara Denpasar – Mayoritas kota besar di Indonesia diprakirakan akan diguyur hujan dengan Intensitas ringan hingga lebat. Sedangkan, beberapa kota besar lainnya terpantau berawan.
Pada siang ini (5/7/2023), BMKG memprakirakan sejumlah daerah yang diguyur hujan ringan seperti Denpasar, Serang, Jambi, Bandung, Banjarmasin, Palangka Raya, Ambon, Manokwari, Pekanbaru, dan Mamuju.
Kemudian, hujan dengan intensitas sedang hingga ringan diprakirakan terjadi di Pontianak, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, dan Medan.
Bengkulu, Yogyakarta, Semarang, Ternate, Mataram, Jayapura, Pekanbaru, KendariKendari Diperkirakan akan berawan oleh BMKG. Daerah yang diprakirakan cerah berawan adalah Tarakan, Samarinda, Surabaya, Gorontalo, dan Jakarta Pusat. Adapun, daerah yang diprakirakan cerah hanyalah Banda Aceh.
Saat malam, hujan yang mengguyur sepanjang siang akan berlanjut dengn hujan intensitas ringan pada daerah sepertiseperti Jambi, Bandung, Pontianak, Banjarmasin, Manokwari, dan Mamuju. Sementara, Pekanbaru dan Semarang juga berpotensi mengalami hujan ringan.
Daerah yang diprakirakan berawan antara lain, Denpasar, Serang, Yogyakarta, Jakarta Pusat, Gorontalo, Surabaya, Palangka Raya, Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Mataram, Jayapura, Makassar, Manado, Padang, dan Palembang.
Menurut data BMKG, beberapa kota besar yang berpotensi cerah berawan adalah Banda Aceh, Bengkulu, Samarinda, Pangkal Pinang, Kupang, Kendari, dan Medan.
Tarakan diprakirakan menjadi satu-satunya daerah yang cerah pada malam ini, sedangkan lampung diprakirakan berkabut.
Menurut BMKG, kelembaban udara berkisar 50 hingga 100 persen. Sementara, suhu sepanjang hari ini berada pada rentang 20 hingga 30 derajat celcius.
Baca Juga: Jelang Hadapi Arema FC, Luis Milla Terancam Coret Gelandang Rp4,35 Miliar Persib Bandung
Penyebab Hujan Lebat Di Sejumlah Daerah
Melansir dari antaranews.com, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Marlin Denata mengatakan adanya sirkulasi siklonik di terletak di Laut China Selatan dan Papua Barat menyebabkan konvergensi dan konfluensi. Hal tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah.
Marlin juga menjelaskan bahwa kedua sirkulasi tersebut membentuk daerah konvergensi dari Kalimantan Barat dan Selat Makassar hingga wilayah Malaysia, dari Laut Jawa hingga Kalimantan Tengah, dari Samudera Pasifik Utara Papua hingga Papua Barat, serta Papua.
Pada daerah di sekitar bagian utara kalimantan, laut Cina Selatan, Papua Barat juga terbentuk daerah konfluensi.
Daerah konvergensi lain juga berada di Wilayah Sulawesi Selatan dan memanjang dari Lampung hingga Sumatera Utara, dari Laut Sawu dan Laut Timor hingga Laut Flores dari perairan timur Sulawesi hingga Selat Makassar, dan dari Maluku hingga Sulawesi Utara. (*)