Suara Denpasar - Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mempresentasikan pencapaian semester satu periode 1 Januari – 30 Juni 2023 pada pelayanan bidang keimigrasian meliputi pelayanan keimigrasian, pemeriksaan keimigrasian pada TPI, kehumasan, pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian.
Berdasarkan catatan Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai tercatat kedatangan WNA sebanyak 2.369.499 orang dengan jenis visa yang berbeda. Sebanyak 1.927.066 WNA masuk menggunakan VOA/E-VOA (visa on arrival atau visa kunjungan), 324.183 WNA menggunakan BVK, dan 62.095 WNA menggunakan Visa Kunjungan.
"Kedatangan WNA yang masuk pada semester I 2023 ini naik sebesar 533,68%, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022 yang mencatatkan jumlah kedatangan WNA sebanyak 373.928 orang. Dan sudah mendekati capaian semester I tahun 2019 (sebelum pandemi) yang mencatatkan kedatangan WNA sebanyak 2.429.284 orang," terang Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Ngurah Rai," Shandro Bobby Raymon, Rabu (5/7/2023).
Selain itu, kata Bobby, sebagai penjaga pintu gerbang negara, pada semester I tahun 2023 ini Imigrasi Ngurah Rai telah menolak masuk WNA sebanyak 566 orang.
"Ditolak masuk macam-macam, memang ada yang diduga pedofelia, ada yang paspornya kurang bulan, ada yang paspornya rusak, ada yang berkelakuan kurang baik di pesawat, pokoknya macam-macam," sambungnya.
Berdasarkan data kunjungan WNA di Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai tercatat ada 10 negara yang warga negaranya paling banyak masuk ke Bali. Diantaranya;
1. Australia = 605.032 orang
2. India = 216.425 orang
3. Amerika Serikat = 121.700 orang
4. Inggris = 119.082 orang
5. Singapura = 113.785 orang
6. Tiongkok = 106.793 orang
7. Malaysia = 100.039 orang
8. Korea Selatan = 98.017 orang
9. Jerman = 87.013 orang
10. Rusia = 85.652 orang.
Untuk diketahui data tersebut diambil dari Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, belum termasuk Imigrasi Denpasar dan Singaraja. (Rizal/*)