"Lihatlah: Bali" Geng Matjan Tour di Tiga Kota Pulau Jawa

Suara Denpasar

Jum'at, 07 Juli 2023 | 17:12 WIB
"Lihatlah: Bali" Geng Matjan Tour di Tiga Kota Pulau Jawa
"Lihatlah: Bali" Geng Matjan Tour di Tiga Kota Pulau Jawa (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Ardee dan Gede Sumarjaya, dua seniman asal Bali akan menampilan karya terbaik mereka dalam talkshow dan workshop dalam sebuah kegiatan “Program Matjan Ke Seberang 2023”. Kegiatan itu berlangsung pada  8 juli hingga 22 juli 2023 di tiga kota. Yakni Jakarta, Yogyakarta dan Malang.

Program Matjan Ke Seberang 2023 merupakan sebuah pilot project dalam upaya untuk mengenalkan seniman-seniman muda underrated Bali ke tanah seberang. Dengan membawakan tema “Lihatlah: Bali” Program Matjan Ke Seberang 2023 memulai dari ide bahwa teman-teman dengan karya yang menarik semestinya punya kesempatan untuk memamerkan karya-karya mereka pada publik yang lebih luas yang tak hanya dikenalkan di Bali saja tentunya. 

Namun, juga layak diperkenalkan kepada masyakarat luas di luar Bali. Apalagi Bali memiliki daya tarik tersendiri dalam bidang seni hingga budaya yang sudah melekat di hati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Nantinya para seniman menghadirkan sebuah pameran seni yang berbeda, dengan eksplorasi terbaru, memanfaatkan sampah-sampah plastik dan sebuah foto dengan tehnik cetak yang dikenal sejak abad 19, gum bichromate print

Pertama, Ardee memanfaatkan hanya sampah plastik dalam pembuatan karyanya. Pria yang sudah melalang buana dalam memamerkan karyanya ini, secara garis besar menggunakan proses menyerupai cut and paste dalam proses kolase, namun dengan visual bikinan sendiri berbahan plastik bekas yang dipungut dan kumpulkan sebelumnya.

Sedangkan, Gede Sumarjaya menggunakan sebuah tehnik gum bichromate print yang akan menghasilkan poto yang berbeda jika dicetak oleh orang yang berbeda meskipun menggunakan negatif yang sama. 

Tehnik ini memunculkan karakter personal senimannya. Umumnya tehnik cetak lama menghasilkan gambar monokrom, tapi dengan tehnik ini sudah bisa menghasilkan gambar berwarna. Proses kurasi seniman yang akan mengikuti program ini terbilang cukup ketat karena mesti memenuhi beberapa kriteria umum. 

Ada beberapa hal yang dipertimbangkan, yakni secara kekaryaan mereka mesti mampu berkomunikasi dengan baik dan juga menghadirkan fase kontemplasi pada saat yang sama. Seniman tersebut juga harus mampu berpikir kritis tanpa meninggalkan irama estetika sebuah karya seni.

Program Matjan Ke Seberang 2023 tentunya tak akan berjalan tanpa support dari komunitas-komunitas di luar Bali. Kegiatan ini nantinya akan berkolaborasi dengan tiga komunitas yang berada di Jakarta, Yogyakarta dan Malang. Program Matjan Ke Seberang 2023 memulai tour pertamanya di Ibukota Jakarta yakni di Gudskul Ekosistem, Jakarta Selatan. 

baca juga

Gudskul Ekosistem Adalah Sebuah ekosistem seni rupa kontemporer dibentuk oleh tiga kelompok seni rupa di Jakarta: RuangRupa, Serrum, dan Grafis Huru Hara. Tiga kolektif ini melibatkan beragam kolektif dari berbagai praktik dan medium artistic, terdiri dari banyak elemen: seniman, kurator, penulis seni rupa, manajer, peneliti, musisi, sutradara, arsitek, tukang masak, penata artistik, desainer, perancang busana, street artist, serta individu-individu dengan keahlian lainnya.

Tour kedua berlanjut disebuah kota yang dikenal dengan Kota Pelajar, Yogyakarta di Liberates Creative Colony. Salah satu studio kreatif terpenting di Yogyakarta yang merancang dan menciptakan solusi berbagai tantangan kreativitas.

Tumbuh di lingkungan dengan kekuatan seni, kreativitas, dan kultur yang kuat dan kental, Liberates studio menginisiasi gerakan kreatif yang tumbuh karena kesadaran akan pentingnya berjejaring antar komunitas kreatif. Mereka juga memiliki ruang untuk berbagai kegiatan aktif dan produktif.

Terakhir, Program Matjan Ke Seberang 2023 memilih kota Malang sebagai penutup dari serangkaian tournya di Pena Hitam. Pena Hitam merupakan sebuah kolektif illustrator yang terdiri dari anak-anak muda yang dalam aktivitasnya banyak sekali mendukung kreativitas anak muda. Art space yang mereka bangun mewadahi kreativitas anak muda mulai dari lokakarya kesenian sampai pameran seni. 

Chapter atau cabang kreativitas mereka sudah menyebar ke sekitar 28 daerah di seluruh Indonesia, dimana Malang merupakan chapter induk Pena Hitam. Dimulai sejak 12 tahun yang lalu, seluruh chapter secara umum terdesentralisasi dan berdiri secara otonom. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Baru Gabung, Striker Anyar Bali United Jefferson Assis Sesumbar Pasang Target Tinggi

Baru Gabung, Striker Anyar Bali United Jefferson Assis Sesumbar Pasang Target Tinggi

Denpasar | Jum'at, 07 Juli 2023 | 14:42 WIB

Breaking News! Bali Cuaca Buruk, Longsor di Karangasem Telan Korban Jiwa

Breaking News! Bali Cuaca Buruk, Longsor di Karangasem Telan Korban Jiwa

Denpasar | Jum'at, 07 Juli 2023 | 11:54 WIB

Terkini

Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang

Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:10 WIB

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

×