Suara Denpasar - Polemik perihal Stadion JIS berlanjut, terbaru FIFA dikabarkan menolak JIS untuk menjadi venue Piala Dunia U-17 2023 karena ada unsur politik. Benarkah demikian? Mari simak faktanya.
Beredar video viral dengan judul "SEMAKIN AMBURADUL! FIFA Tolak JIS Untuk Jadi Venue Piala Dunia U-17, Unsur Politik Jadi Alasan". Video tersebut pertama diunggah oleh kanal Youtube Garuda Jaya pada Rabu, 12 Juli 2023 dan sudah ditonton sebanyak 1,2 ribu kali.
Dalam video yang berdurasi 4:33 menit itu juga terdapat foto thumbnail dengan visual sosok Presiden FIFA Gianni Infantino, Ketum PSSI Erick Thohir dan Anies Baswedan yang menjadi salah satu kandidat Capres di Pemilu 2024 nanti.
Masih dalam foto thumbnail itu juga terdapat narasi teks bertuliskan "FIFA TOLAK JIS, UNSUR POLITIK JADI ALASAN".
Sebagaimana diketahui, Jakarta International Stadium (JIS) menjadi polemik setelah diketahui kalau rumput yang ada di situ belum memenuhi standar FIFA. Sedangkan JIS sedang dicalonkan oleh PSSI sebagai salah satu venue untuk mengadakan pertandingan Piala Dunia U-17 2023 nanti.
CEK FAKTA
Berdasarkan hasil cek fakta dengan menonton seluruh isi video tersebut, ternyata tidak ditemukan fakta dan bukti kalau FIFA sudah membatalkan Stadion JIS sebagai venue Piala Dunia U-17 2023 karena alasan politik.
Pada isi video narator memang membacakan kalau FIFA membatalkan JIS sebagai salah satu venue Piala Dunia U-17 2023 karena ada unsur kepentingan politik, namun berita tersebut juga tidak jelas sumbernya.
Jika merangkum dari Suara.com dan beberapa sumber diketahui kalau hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari pihak FIFA stadion mana saja yang akan dijadikan venue resmi untuk gelaran tersebut.
Baca Juga: Cek Fakta: JIS Dicoret dari Daftar FIFA, Proyek Rp5 Triliun Dinyatakan Gagal Total?
Melansir dari Antara, Ketum PSSI Erick Thohir bersama sejumlah pejabat negara lainnya memang telah meninjau JIS pada Selasa (4/7). Stadion tersebut rencananya diusulkan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Piala Dunia U-17. Namun, hingga kini prosesnya masih di tahap rencana PSSI mengajukan stadion ke FIFA, belum sampai keputusan FIFA.
Sedangkan untuk foto thumbnail video tersebut tidak ada kaitannya dengan apa yang ada diisi video. Foto itu terindikasi hasil rekayasa atau editing.
KESIMPULAN
Berdasarkan temuan di atas dapat disimpulkan kalau konten video tersebut adalah TIDAK BENAR (HOAX). Karena judul dan cover video tidak ada kaitanya dengan isi dan narasi yang diberitakan.
Masyarakat diimbau tetap kritis dan waspada akan beredarnya konten-konten serupa yang menyesatkan dan mengandung berita Hoax. (*/Dinda)