Suara Denpasar - Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023 akan ditutup oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada Minggu (16/7) esok di Gedung Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar.
Namun akan dilanjutkan ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) V tahun 2023. Yang akan dibuka oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di tanggal dan tempat yang sama. Koster tutup PKB, Budi Gunadi buka FSBJ V.
Meskipun Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) tidak memiliki jadwal baku, tetapi tidak pernah dilaksanakan berturut-turut sebagaimana yang dilakukan di tahun 2023 ini.
Apakah hal tersebut berkaitan dengan masalah jabatan Gubernur Bali Wayan Koster yang akan berakhir pada September mendatang?
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiarta ketika ditanya alasan mengapa Festival Seni Bali Jani 2023 langsung menyusul PKB, dia mengatakan FSBJ tidak memiliki jadwal baku. Jadi bisa dilakukan kapan saja.
"Kapan saja bisa dilakukan. Gak harus ini gak harus itu. Ini kan biar nyambung dia setelah di PKB kita disuguhi dari seni tradisi biar langsung disambung dengan seni modern, biar seniman kita saling mengenal," terangnya saat dihubungi Suara Denpasar, Sabtu (15/7/2023).
Selain itu, PKB dan FSBJ 2023 sengaja dibuat herturut-turut agar masyarakat mengetahui adanya FSBJ. Mengingat FSBJ baru yang V, sehingga euforia masyarakat di PKB bisa langsung tersalur ke FSBJ V 2023.
‘’Dalam konteks ini, dari segi konseptual, memang tidak ada suatu yang terputus antara seni tradisi dengan seni modern. Seni tradisi dan seni modern, sebuah untaian yang terangkai sambung menyambung."
"Makanya, konsep yang ditawarkan itu adalah berkesinambungan dalam perubahan. Bukan berkesinambungan dan perubahan. Jadi, setelah merawat tradisi (melalui PKB), kita lanjutkan dengan berinovasi (FSBJ),’’ tegasnya kembali. (Rizal/*)
Baca Juga: Buntut Kerusuhan Suporter PSM Makassar, Ini Sanksi dari Komdis PSSI