Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster meminta masyarakat selalu melestarikan warisan budaya leluhur, salah satunya adalah aksara Bali. Karena bagi Koster merawat dan melestarikan aksara Bali adalah bukti bahwa Bali memiliki peradaban yang kuat.
Hal itu ditegaskan Wayan Koster dalam acara pengumuman pemenang Lomba Konten Kreatif Bali era Baru, di Denpasar, pada Kamis (20/7/2023), malam.
"Kita harus bersyukur memiliki warisan aksara Bali, ini penanda bahwa kita memiliki peradaban yang kuat," urainya.
Wayan Koster menjelaskan, leluhur masyarakat Bali menciptakan aksara Bali untuk menuliskan jejak sejarah jauh sebelum masyarakat luas mengenal tulisan latin. Katanya, tulisan-tulisan aksara Bali itu dapat lihat dari naskah-naskah lontar, prasasti, dan berbagai manuskrip yang memuat keseluruhan pengetahuan, tradisi, seni, dan budaya lokal Bali.
Selain karena memiliki nilai luhur, Koster mengatakan alasan lain dari melestarikan aksara Bali karena ingin masyarakat Bali kuat secara peradaban. Banyak negara yang maju dan kuat secara peradaban karena melestarikan kebudayaan yang dimiliki.
"Kenapa saya konsen sekali harus lestarikan aksara Bali, karena melihat banyak negara maju di dunia seperti Cina, Korea dan Jepang. Mereka masyarakatnya menjadi kuat karena terus melestarikan penggunaan aksara miliknya, dan itulah yang ingin saya aplikasikan di Bali, kuat secara kultural religius dan nasionalis," imbuh Koster.
Perawatan dan pelestarian aksara Bali telah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan bahasa, sastra dan aksara Bali.
Peraturan itu juga mewajibkan setiap nama jalan, nama instansi pemerintahan, perusahaan-perusahaan swasta, kantor-kantor pelayanan publik, Bandara, dan lainnya ditulis menggunakan aksara Bali di atas tulisan huruf latin.
"Maka setiap tahunnya di bulan Februari diadakan bulan bahasa Bali yang menyajikan ragam perlombaan mulai dari menulis surat dan juga lontar beraksara Bali," tandasnya. (Rizal/*)
Baca Juga: Nama Zainuddin Amali Sengaja Tidak Masuk di Komite PSSI 2023-2027, Erick Thohir Ungkap Alasannya