Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menyadari saat ini satu-satunya kebutuhan strategis yang defisit di Bali adalah bawang putih.
Hal itu disampaikan Wayan Koster saat menghadiri Rapat Paripurna ke-31 di Gedung DPRD Provinsi Bali, Kamis (20/7/2023).
"Sekarang satu-satunya kebutuhan strategis kita yang defisit itu bawang putih," akuinya.
Gubernur Koster mengaku telah memanggil kepala dinas pertanian Provinsi Bali untuk menanyakan alasan kelangkaan bawang putih tersebut. Jawabannya adalah karena petani sudah jarang menanam.
"Saya panggil kadis (kepala dinas) pertanian kenapa defisit, karena petaninya kurang menanam. Kenapa petani kurang menanam bawang putih, karena pembelian berkurang, kenapa berkurang karena ada bawang putih impor dari Cina yang lebih murah," urai Koster mengulangi percakapannya dengan kadis pertanian.
Untuk mengantisipasi kelangkaan bawang putih tersebut, Wayan Koster mengatakan Pemprov Bali telah menyediakan lahan 1000 hektare untuk ditanami bawang putih. Saat ini kata dia, dinas pertanian dan petani sudah menanam 200 hektare.
"Jadi sekarang kita sudah mulai untuk 1000 hektare, sekarang baru tanam 200 hektare sampai nanti 1000 hektare, 3 bulan sudah panen," terang Koster.
Kendati begitu Wayan Koster tidak menampik bahwa saat ini di pasaran masih didominasi oleh bawang putih impor dari Cina. Sampai nanti hasil dari 1000 hektare yang ditanam itu berhasil, Koster berjanji akan melarang impor bawang putih dari Cina.
"Kalau bawang putih ini sudah bisa penuhi, saya akan lawan gak boleh bawang putih (impor dari Cina) masuk lagi ke Bali," tandasnya. (Rizal/*)