Suara Denpasar – Klub Serie A Italia, AC Milan resmi mengumumkan rekrutan anyar mereka musim ini, Tijjan Reijnders.
Seperti dilansir dari bolatimes.com perkenalan Tijjani Reijnders sebagai punggawa baru AC Milan tidak hanya menggemparkan suporter klub berjersey merah hitam itu. Tetapi juga publik pecinta sepak bola Indonesia.
Pasalnya pemain kelahiran 29 Juli 1998 itu memiliki darah Indonesia dan diketahui Tijjani Reijnders sempat mendapat tawaran untuk memperkuat Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong.
Tetapi eks pemain AZ Alkmaar itu lebih memilih bertahan dengan paspor Belanda dan menolak dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Kemampuan Tijjani Reijnders yang berposisi sebagai gelandang pengatur permainan sempat menarik perhatian Shin Tae-yong.
Usut punya usut, Tijjani Reijnders bukan lah pemain berdarah Indonesia pertama yang pernah memperkuat AC Milan.
Sebelumnya klub berjuluk Rossoneri itu sudah diperkuat pemain keturunan Indonesia lainnya yakni Ruud Gullit.
Ia tercatat memperkuat AC Milan selama tujuh musim dari 1987 hingga 1994 dan membentu trio legendaris AC Milan asal Belanda bersama Frank Rijkaard dan Marco Van Basten.
Diketahui darah Indonesia mengalir di diri Ruud Gullit berasal dari sang ayah yakni George Gullit yang berasal dari Suriname tapi memiliki darah Ambon, Maluku.
Bersama kedua rekannya itu, Ruud Gullit mampu membawa AC Milan ke puncak kejayaannya di medio akhir 80 an hingga pertengahan 90 an.
Melihat rekam jejak sang legenda, tentu tugas Tijjani Reijnders tidak akan mudah bersama AC Milan.
Apalagi ia didatangkan manajemen AC Milan untuk mengisi posisi yang ditanggalkan Sandro Tonali yang hengkang ke klub Liga Inggris, Newcastle United. (*/Ana AP)