Suara Denpasar - Internal Partai Golkar sedang dalam guncangan keras. Pasalnya elektabilitas partai berlambang Pohon Beringin itu kini hanya 6 persen. Padahal, pada Pemilu 2014-2019, suara Partai Golkar masih bertahan di angka 12 persen.
Banyak pengamat politik menilai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto gagal menodobrak elektabilitas mantan partai penguasa itu sehingga perlunya nakhoda baru.
Agar tidak meratapi nasib partai yang hanya bertaut di 6 persen elektabilitas, sejumlah nama diisukan untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar, menggantikan Airlangga Hartarto.
Salah satu figur yang anyar dibicarakan saat ini adalah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut Pandjaitan dianggap layak menyelamatkan nama besar Partai Golkar.
Saat ditanya apakah siap menjadi Ketua Umum Partai Golkar, Luhut mengatakan dia tidak memiliki kepentingan untuk menjadi Ketua Umum, tapi kalau didukung dia pasti mau. Selain itu harus melalui mekanisme kepartaian.
"Soal itu tadi (dukungan ke saya) biarin saja mekanisme mereka jalan saya sih menunggu saja. Tidak ada kepentingan di situ. Kalau didukung (jadi Ketua Umum Golkar) mau," kata Luhut saat ditemui di Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (25/7/2023).
Luhut mengaku selama ini dia didatangi oleh senior-senior dari Partai Golkar untuk memintanya menjadi Ketua Umum.
"Iya betul. Berkali-kali saya didatangi," aku Luhut Binsar Pandjaitan. (*/Dinda)
Baca Juga: Bedah Buku Luhut Binsar Pandjaitan, Rocky Gerung Ibaratkan Luhut Sebagai Bunga Mawar