Kemunculan Epstein Files Cuma Pengalihan Isu? Diduga Ada Kasus Besar yang Ditutupi

Sumarni

Kamis, 05 Februari 2026 | 09:10 WIB
Kemunculan Epstein Files Cuma Pengalihan Isu? Diduga Ada Kasus Besar yang Ditutupi
Ilustrasi - Epstein Files pengalihan isu? (Netflix)

Suara.com - Kehebohan setelah beredarnya Epstein Files menimbukan spekulasi baru kalau ini hanya pengalihan isu.

Salah satu yang mengungkapkan hal tersebut adalah pegiat media sosial, Alek Gerung.

Melalui akun Instagramnya, dia blak-blakan memunculkan rumor bahwa Epstein Files adalah pengalihan isu meski menggunakan tanda tanya.

"Peringatan: File Epstein sebenarnya pengalihan isu?" tulisnya pada postingannya, Rabu, 4 Februari 2026.

Pernyataannya itu bukan tanpa alasan, dia punya penjelasannya bahkan dugaan atas keanehan-keanehan dari kemunculan Epstein Files ini.

Di awal, dia menganggap ada yang aneh saat file ini sengaja dibuka kembali padahal kasus Epstein sudah sejak lama ada.

Ini yang membuat dia panasaran mengapa file itu baru dibuka sekarang.

Meski dia menyebut kalau kasus Epstein ini memang harus kembali diusut karena kejahatan yang dilakukan dan korbannya nyata adanya.

Hanya saja dia menyorotinya dari kacamata politik global.

baca juga

"Tapi politik perhatian itu nyata. Dunia politik, yang paling berharga bukan uang tapi perhatian publik," kata Alek.

Ada dugaan saat semua orang fokus pada satu skandal, maka elit akan melakukan hal-hal seperti kebijakan ekonomi akan tetap berjalan, regulasi teknis disahkan dan keputusan struktural lolos tanpa debat luas.

Kemudian, dia menuliskan ada dua kejanggalan dari analisis kemunculan Epstein Files.

Kejanggalan pertama kasus ini baru lagi setelah sekian lama dan sudah pernah dibahas sebelumnya.

Hanya saja perbedaannya dokumen yang terkesan rahasia itu dbuka ke publik secara masif.

Kejanggalan kedua soal penyebarannya. Ini karena yang memberikan bukan hanya media alternatif melainkan juga media arus utama yang kebanyakan pemiliknya para elite global.

"Kenapa mereka buka celah?" tulisnya.

Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah para elite global sengaja membuka aib sendiri ke publik.

"Atau memang bukan soal reputasi sama sekali?" katanya.

Bagi Alek, sekarang yang harus dilakukan publik bukan fokus ke individu melainkan pola dan sistem yang bikin itu semua bisa terjadi berulang lagi.

"Terbitkan skandal, emosi publik tersedot, isu yang terjadi dibahas, hilang dari radar. Bukan karena selesai tapi karena tak lagi dibahas," jelasnya membongkar pola klasik pengalihan isu.

Dia kemudian menyebut ada satu isu geopoliti besar yakni manuver dan wawancara Donald Trump soal Greenland.

Gara-gara Epstein Files, isu itu meredup seketika karena publik sudah tersulut emosinya karena hal tersebut,

Saat publik emosi, kebijakan pemerintah tetap berjalan dan jauh dari sorotan.

"Dalam politik global, keputusan berdampak biasanya bergerak saat kita lengah. Ini berlaku untuk isu politik di Indonesia juga," tambahnya.

Hingga pada sebuah kesimpulan dari pembahasannya itu yakni ada isu besar yang disembunyikan.

"Isu besar sering dipakai untuk menutupi isu yang lebih besar. Mereka paham psikologi kita," katanya.

Dia berharap publik tetap waspada dan tidak berlarut-larut dalam kemarahan.

"Otak manusia sulit marah dan waspada sekaligus. Kalau otak dipenuhi emosi, kewaspadaan turun. Stay awake people," pungkasnya.

Bagaimana menurut kalian?

Kontributor : Tinwarotul Fatonah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Tokoh Dunia Termasuk Trump Ketahuan Bohong, Tutupi Hubungan dengan Epstein

4 Tokoh Dunia Termasuk Trump Ketahuan Bohong, Tutupi Hubungan dengan Epstein

Entertainment | Rabu, 04 Februari 2026 | 21:15 WIB

Foto Jenazah Jeffrey Epstein yang Dirilis Pemerintah AS Dicurigai Palsu: Tatonya di Mana?

Foto Jenazah Jeffrey Epstein yang Dirilis Pemerintah AS Dicurigai Palsu: Tatonya di Mana?

Entertainment | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:45 WIB

Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala

Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala

Entertainment | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:30 WIB

Cara Jeffrey Epstein Masuk ke Lingkaran Kaum Elit Dunia, Berawal dari Guru Matematika

Cara Jeffrey Epstein Masuk ke Lingkaran Kaum Elit Dunia, Berawal dari Guru Matematika

Lifestyle | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:25 WIB

Bukan Cuma Jokowi dan Sri Mulyani! Ini Daftar Nama Tokoh RI yang Disebut di Epstein Files

Bukan Cuma Jokowi dan Sri Mulyani! Ini Daftar Nama Tokoh RI yang Disebut di Epstein Files

Lifestyle | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:16 WIB

Epstein Files Ungkap Investasi Bitcoin Jefrey Sejak Belasan Tahun Lalu, Elite Global Visioner?

Epstein Files Ungkap Investasi Bitcoin Jefrey Sejak Belasan Tahun Lalu, Elite Global Visioner?

Tekno | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:43 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×