Suara Denpasar - Persib Bandung telah membuat keputusan mengejutkan dengan merekrut pelatih berpengalaman, Bojan Hodak, sebagai pengganti Luis Milla yang mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, keputusan ini telah menimbulkan perdebatan di kalangan netizen Malaysia yang merasa Bojan Hodak dianggap kurang berprestasi dibandingkan dengan pendahulunya, Luis Milla.
Menurut data dari akun Twitter @Persib_world, Luis Milla memiliki tingkat kemenangan sebesar 56,7 persen selama melatih di Persib Bandung.
Dalam 30 pertandingan, Milla berhasil meraih 17 kemenangan, 6 kekalahan, dan 7 hasil imbang. Jumlah kemenangan tersebut mencerminkan performa yang cukup baik di level kompetisi Liga 1.
Namun, data tersebut juga menunjukkan bahwa Bojan Hodak memiliki tingkat kemenangan yang lebih rendah, yaitu sebesar 41,7 persen sepanjang kariernya melatih Kuala Lumpur FC.
Dalam 79 pertandingan, Hodak hanya mencatatkan 33 kemenangan, 22 kekalahan, dan 24 hasil imbang. Perbedaan tingkat kemenangan ini tentu menjadi sorotan bagi netizen yang meragukan apakah Hodak dapat menjadi pengganti yang setara dengan Luis Milla.
Meskipun begitu, ada netizen dari Malaysia yang memilih membela Bojan Hodak dan memberikan alasan-alasan yang meyakinkan.
Mereka mengakui bahwa Hodak telah bekerja dengan anggaran yang terbatas dan skuad kecil di Kuala Lumpur FC, tetapi masih berhasil meraih satu gelar piala dan mencapai tiga final piala dalam tiga tahun, termasuk final Piala AFC tahun lalu.
Hal ini menunjukkan kemampuannya dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mencapai hasil yang baik.
Selain itu, netizen tersebut juga mengingatkan bahwa Hodak pernah sukses meraih gelar juara liga dan piala saat menangani tim dengan anggaran lebih besar seperti Johor Darul Ta'zim (JDT) dan Kelantan.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa Hodak memiliki pengalaman dan kemampuan untuk menangani tim-tim besar dengan tekanan tinggi.
“Bojan bekerja dengan anggaran yang ketat dan skuad kecil di KL tetapi masih memenangkan satu piala dan melaju ke tiga final piala dalam tiga tahun termasuk final Piala AFC tahun lalu. Dia memenangkan liga dan piala saat memimpin tim dengan anggaran lebih besar sebelumnya seperti JDT dan Kelantan,” ujar akun Twitter @NizamArchibald (26/7/2023).
Mengenai perdebatan apakah keputusan merekrut Hodak sebagai pelatih Persib Bandung merupakan "upgrade" atau "downgrade" dibandingkan dengan Luis Milla, tentu akan tergantung pada bagaimana performa tim dalam sisa musim kompetisi.
Tingkat kemenangan seorang pelatih bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan tim. Masih banyak aspek lain yang perlu dipertimbangkan, termasuk gaya permainan, kemampuan taktis, dan keterlibatan dengan pemain dan manajemen.
Persib Bandung harus memberikan waktu dan dukungan yang cukup bagi Bojan Hodak untuk membuktikan kemampuannya sebagai pelatih di Liga 1 Indonesia. (*/Dinda)